> >

Fakta-Fakta Pembunuhan Dosen UIN Surakarta: Pelaku, Motif hingga Pembunuhan Berencana

Jawa tengah dan diy | 26 Agustus 2023, 14:29 WIB
(Kiri) Wahyu Dian Silviani, dosen UIN Raden Mas Said Surakarta. (Kanan) Pelaku pembunuh Wahyu Dian Silviani saat sesi jumpa pers Polres Sukoharjo di Mapolres Sukoharjo, Jumat (25/8/2023). (Sumber: TRIBUNSOLO.COM/ANANG MARUF)

SOLO, KOMPAS.TV - Berikut fakta-fakta pembunuhan dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Wahyu Dian Silviani.

Kasus pembunuhan dosen UIN Surakarta ini terungkap saat jasad Silviani ditemukan oleh seorang mandor tukang bangunan yang dipercayai oleh pemilik rumah untuk merawat rumah tersebut pada Kamis (24/8/2023) di perumahan Graha Tempel di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Atas penemuan jasad tersebut, Polres Sukoharjo pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

Hanya dalam beberapa hari, kasus pembunuhan ini pun berhasil diungkap.

Berikut fakta-fakta dalam pembunuhan dosen UIN Surakarta.

Pelaku Pembunuhan

Pada Jumat (25/8/2023), pelaku pembunuhan terhadap dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Wahyu Dian Silviani, berhasil ditangkap.

Pelaku adalah seorang kuli bangunan yang sedang melakukan renovasi di rumah Silviani di Desa Tempel, Gatak, Sukoharjo bernama Dwi Feriyanto, yang dikenal juga dengan nama alias DF.

Dilansir dari Tribun Solo, Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap di tempat tinggalnya.

Baca Juga: Kronologi Dosen UIN Surakarta Dibunuh Pekerja Bangunan yang Renovasi Rumahnya, Ternyata Direncanakan

Motif Pembunuhan

Pada konferensi pers di Polres Sukoharjo, pelaku pun membeberkan motifnya hingga dia tega menghabisi nyawa Silviani.

Dwi mengaku sakit hati karena dituding tukang amatir ketika Silviani meninjau rumah yang tengah dikerjakan pelaku.

"Pelaku sedang memasang batu bata di rumah tinggal korban tersebut, pelaku D, bersama rekan kerjanya tiga orang," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, Jumat (25/8/2023).

"Dan saat itu, korban meninjau rumah miliknya yang sedang dibangun oleh pelaku," tambahnya.

Setelah mengecek itulah, menurut pengakuan pelaku, korban menuding Dwi seperti tukang amatiran.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Tribun Solo


TERBARU