> >

Ibu Pengantin Perempuan di Sumsel Beberkan Alasan Anaknya Menghilang 10 Hari setelah Nikah

Sumatra | 20 Juli 2023, 15:14 WIB
Ilustrasi menikah. (Sumber: Freepik/freepic.diller)

PALEMBANG, KOMPAS.TV – Ibu dari Vera (27), pengantin perempuan di Banyuasin, Sumatera Selatan yang menghilang 10 hari setelah pernikahannya, membeberkan alasan anaknya menghilang.

Vera menikah dengan pria bernama Sutanto (48) di Desa Srimulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel, Kamis (6/7/2023).

Namun, 10 hari setelah menikah, Vera menghilang, dan Sutanto sudah membuat laporan orang hilang ke Polda Sumsel.

Ibu Vera, Cik Imah (53) menyebut, awalnya ia merestui pernikahan Vera dan Sutanto yang usianya terpaut 19 tahun, karena ia berharap menantunya tersebut bisa membantu perekonomian keluarga.

Namun, harapan itu tak sesuai dengan kondisi yang terjadi. Bahkan, menurut Cik Imah, menantunya kerap bersikap tak sopan kepada mereka yang merupakan mertuanya.

"Dengan kami saja berani dia mulutnya, apalagi ke anak saya. Anak saya pasti ditekan terus di sana itu, bisa mati anak saya,” tuturnya di Desa Merah Mata, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Rabu (19/7/2023), dikutip Tribunnews.com.

Baca Juga: Pengantin Wanita Meninggal Mendadak saat Nikah, Adik Jadi Penggantinya Agar Pesta Berlanjut

“Bahkan pas ke sini dia bawa koper, itu kopernya ngga boleh dilangkahi, dan itu pun kami juga takut," lanjutnya.

Cik Imah kemudian menceritakan awal perkenalan Vera dengan Sutanto. Keduanya berkenalan atas perantara keluarga.

Ada keluarga Vera yang tinggal di satu kawasan dengan Sutanto di Desa Srimulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Melihat latar belakang Sutanto yang seorang juragan bebek membuat keluarga Vera setuju dengan hubungan serius keduanya.

"Mikirnya Vera itu jika serius dengan dia, orang tua bisa terbantu, eh nggak tahunya pelit, makanya anak saya berlari," ujarnya.

Menurut Cik Imah, Sutanto pernah sampai sangat sibuk mencari uang di kantong celananya yang saat itu sedang dicuci dalam mesin cuci.

"Anak saya itu takut dengan karakternya dia, dan kami baru tahu itu pas sudah menikah. Sebelumnya kami sama sekali tidak tahu soal itu karena jarang ngobrol," ceritanya.

Setelah mengetahui bahwa anaknya tidak bahagia menikah dengan juragan bebek, Cik Imah sebagai ibu kandung mengaku sering menangis meratapi rumah tangga anaknya ini.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Vyara-Lestari

Sumber : tribunnews.com


TERBARU