> >

Tetapkan Rektor Unud sebagai Tersangka Korupsi, Kejati Bali Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Hukum | 13 Maret 2023, 17:55 WIB
Ilustrasi. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan Rektor Universitas Udayana (Unud), INGA, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana SPI mahasiswa baru jalur mandiri. (Sumber: Tribun Banyumas)

DENPASAR, KOMPAS.TV – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan Rektor Universitas Udayana (Unud), INGA, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru jalur mandiri tahun akademik 2018-2022.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana menjelaskan, penetapan status tersebut setelah penyidik Kejati Bali melakukan pengembangan atas hasil penyelidikan tiga pejabat Unud.

Ketiganya, yakni IKB, IMY, dan NPS, sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penghitungan sementara oleh penyidik, perbuatan INGA diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp105.390.206.993 dan Rp3.945.464.100.

Selain itu, merugikan perekonomian negara sebesar Rp334.572.085.691.

"Berdasarkan alat bukti yang ada, penyidik menemukan keterlibatan tersangka baru, sehingga pada tanggal 8 Maret 2023 penyidik pada Kejaksaan Tinggi Bali Kembali menetapkan satu orang tersangka yaitu Prof Dr INGA," kata Eka kepada wartawan, Senin (13/3/2023), dikutip Kompas.com.

Baca Juga: BPIP Gelar Seminar Usung Tema 'Pancasila Inspirasi Dunia' di Universitas Udayana, Bali

Menurut Eka, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, INGA disangka dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Tim penyidik terus melakukan kegiatan penyidikan untuk menuntaskan penanganan perkara atas nama tersangka dan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 8 Februari 2023 yang lalu dengan terus mendalami fakta-fakta atau pihak-pihak lain yang patut diduga ikut berperan," kata dia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU