> >

Kelompok Pemuda Bersajam di Semarang Bawa Atribut PDIP Serang Warga, Ketua DPC: Kami Dirugikan

Peristiwa | 16 Januari 2023, 15:24 WIB
Video sekelompok orang bersenjata tajam dan membawa atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyerang pria berbaju putih, viral di media sosial., MInggu (15/1/2023) (Sumber: Kompas.com/tangkapan layar)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Video sekelompok orang bersenjata tajam dan membawa atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyerang pria berbaju putih, viral di media sosial.

Peristiwa dalam video itu terjadi di Jalan Cinde Raya, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Kepolisian (Kapolsek) Candisari Iptu Handri Kristanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/1/2023) pukul 05.30 WIB.

Korban penyerangan yang bernama Riyan, kata Handri,  sudah melapor ke polisi, dan pihaknya telah melakukan berita acara pemeriksaan (BAP).

 

"Kami telah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap korban," kata Handri, Senin (16/1/2023), dikutip Kompas.com.

Menurutnya, peristiwa itu berawal saat Riyan duduk di sepeda motor dan rombongan itu melintas di Jalan Cinde Raya.

Baca Juga: Viral! Video Penyerangan Sekelompok Orang di Semarang

"Saat grombolan pemuda bermotor ini melintas, Riyan menyapa temanya bernama Roland yang ikut rombongan tersebut," ujar dia.

Namun, tanpa disangka, setelah dia memanggil temannya justru dia dikejar-kejar rombongan pemuda yang berjumlah sekitar 15 orang itu.

"Ada yang menggunakan senjata tajam jenis celurit," ungkap dia.

Diduga ada kesalahpahaman antara korban dan rombongan tersebut, sehingga Riyan dikejar-kejar.  

Beruntung Riyan selamat dari kejaran pemuda yang membawa senjata tajam tersebut, karena berhasil bersembunyi di rumah temannya.

"Alhamdulilah Riyan lari ke rumah, kemudian bisa masuk dan bisa dikunci," papar Handri.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah menanggapi adanya video viral tersebut.

Ia mengatakan, kelompok yang melakukan penyerangan itu bukan dari PDI-P Perjuangan.

"Kami merasa dirugikan dengan ulah tersebut," kata Hendrar pada Kompas.com.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dia terima, penyerangan tersebut berawal dari perkelahian antar kelompok di Kota Semarang.

"Kemudian salah seorang mencabut bendera PDI Perjuangan," ujar dia.

Baca Juga: Kronologi Penyerangan di Mapolres Tolikara Papua Pegunungan

Dia melanjutkan, salah satu kelompok itu menggunakan atribut bendera PDI Perjuangan yang digunakan untuk melakukan penyerangan.

"Kami merasa dirugikan, bendera PDI Perjuangan dicabut dan digunakan untuk penyerangan," imbuh dia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.com


TERBARU