> >

Satu Pelajar SMA di Yogyakarta Jadi Korban Klitih hingga Tewas, Sri Sultan Buka Suara

Kriminal | 4 April 2022, 16:11 WIB
Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X (Sumber: Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie )

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X buka suara terkait kasus dugaan kejahatan jalanan atau klitih yang menewaskan satu pelajar SMA di Yogyakarta, Senin (4/4/2022) pagi.

Sri Sultan berharap kepada pihak kepolisian agar segera mengungkap siapa pelaku pembunuhan korban yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tersebut.

"Saya kira karena ini pelanggaran pidana. Dicari saja (pelakunya) kemudian diproses (hukum). Kalau menurut saya itu sudah berlebih. Diproses saja secara hukum" jelas Sri Sultan dikutip dari Tribun Jogja, Senin.

Ia meminta proses hukum tetap dijalankan sekalipun pelaku masih anak-anak atau remaja. Hukum harus dilanjutkan mengingat pembunuhan adalah tindakan yang di luar batas.

"Iya (diproses hukum). Anak ini (melakukan tindak) pidana ya (karena korban) sampai meninggal," lanjutnya.

Baca Juga: Viral Aksi Kekerasan Jalanan 'Klitih' di Yogyakarta, Polres Sleman Tangkap 6 Pelaku Berusia Remaja

Terkait persoalan kejahatan jalanan atau klitih di DI Yogyakarta, Sri Sultan kembali meminta agar proses hukum tetap dijalankan.

"Makanya itu satu-satunya cara hanya diproses hukum. Karena hanya dengan cara seperti itu kita bisa mengatasi persoalan (klitih)," tambah Sri Sultan.

Sri Sultan berpesan kepada para penegak hukum untuk tak melakukan pengalihan penyelesaian atau diversi terkait perkara ini. Hal tersebut dimaksudkan sebagai efek jera kepada pelaku klitih, sehingga hal yang sama tak lagi terulang.

"Penegak hukum bisa cari cara agar dia diproses di pengadilan. Tapi kalau pidana begitu kan ada pengecualian juga," tukas Sri Sultan.

Terkait upaya pemberantasan klitih di DI Yogyakarta, Sri Sultan mengatakan hal tersebut memerlukan kerja sama dari berbagai pihak.

Ia berpendapat Pemerintah Daerah DI Yogyakarta tak bisa bergerak sendiri untuk memberantas klitih dan membutuhkan peran pengawasan dari orang tua.

"Memang kita tidak bisa kalau masyarakatnya atau orang tua sendiri tidak bisa mengendalikan kita kan bisanya hanya punya harapan," pungkasnya.

Baca Juga: Identik Aksi Kejahatan Jalanan di Yogyakarta, Ini Arti Kata "Klitih" Sebenarnya

Penulis : Danang Suryo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Tribun Jogja


TERBARU