> >

Soal Kisruh SBM ITB, Pihak Kampus Sebut Ada Hal yang Sedang Dibenahi Secara Internal

Update | 9 Maret 2022, 22:29 WIB
Kampus ITB. Ada dua hal utama yang sedang dibenahi oleh ITB, yakni integrasi sistem manajemen dan pengembangan human capital management. (Sumber: Tribunnews.com)

BANDUNG, KOMPAS.TV –Kisruh di tubuh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) mengungkap persoalan internal ke publik.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr Naomi Haswanto dalam rilisnya, Rabu (9/3/2022),  ada dua hal utama yang sedang dibenahi oleh ITB, yakni integrasi sistem manajemen dan pengembangan human capital management.

"Hampir genap dua tahun ada dua hal utama yang sedang dibenahi secara internal ITB, yaitu integrasi sistem manajemen (pengelolaan keuangan yang terintegrasi) dan pengembangan human capital management," katanya.

Pelaksanaan dua kegiatan ini, lanjutnya membutuhkan keinginan dan partisipasi aktif dari semua unit di lingkungan ITB, baik fakultas maupun unit kegiatan pendukung.

Naomi juga menyebut tengah dilakukan dan menuntut adanya sikap positif, keterbukaan, dan kesediaan untuk maju bersama.

"Kami sudah pecahkan masalah selama masa transisi dan diterapkan secara bertahap mencakup remunerasi dan kebutuhan dana operasional masing-masing fakultas dalam mencapai Renstra fakultas. Lalu, integrasi sistem yang mengakomodasi keragaman itu menjadi mutlak," kata Naomi.

Baca Juga: Forum Dosen SBM ITB Rasionalisasi Pelayanan, Mahasiswa Diminta Belajar Secara Mandiri

Dalam rilis tersebut, disampaikan, transformasi menjadi amanah Senat Akademik (SA) ITB, yang tertuang di dalam rencana induk pengembangan ITB 2020-2025, sebagai program penting seperti tercantum dalam Renstra ITB (2021-2025).

Ada sejumlah hal yang sedang dan mesti disempurnakan, agar ITB sebagai institusi pendidikan menjadi lebih lincah, berkualitas, akuntabel, transparan, dan tertib dalam merespon perubahan lanskap pendidikan tinggi di Indonesia.

Naomi Haswanto menjelaskan, pada era keterbukaan seperti saat ini, upaya yang lebih baik dalam memberdayakan sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) serta tenaga pendidikan ITB menjadi sebuah keniscayaan.

Pengelolaan Keuangan tak Sesuai Statuta

Naomi menambahkan, pimpinan ITB memandang perlu adanya kesamaan pemahaman dan orientasi dalam menciptakan suasana akademik, produksi pengetahuan, dan pembentukan budaya ilmiah unggul.

"Pengaturan dalam masa transisi tak lepas dari adanya perbedaan pemikiran atau pandangan seperti dari hasil audit BPK RI pada 31 Desember 2018 yang menyebut pengelolaan keuangan SBM ITB tak sesuai statuta ITB," ujarnya.

Istilah 'swakelola dan otonomi' yang digunakan oleh Forum Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, lanjut dia, dianggap sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang tak sesuai statuta, sebagaimana yang disampaikan BPK RI.

ITB juga disebut telah berkonsultasi dengan BPK dan berkomitmen untuk melaksanakan arahan dari BPK yang menjadi masalah fundamental bagi institusi besar dan wajib diluruskan sebagai hasil dari upaya introspeksi dan semangat perubahan untuk kemajuan bersama.

"Situasi pandemi membuat proses transformasi semakin dinamis dan kompleks terlebih dengan aturan pembatasan kegiatan sehingga komunikasi yang menantang.”

“Sangat dimaklumi jika sebagian kelompok masih memerlukan waktu untuk bisa memahami. ITB senantiasa selalu bertanggung jawab untuk menjaga kualitas pelayanan Tridarma ke semua pemangku kepentingan terutama seluruh mahasiswa," ujarnya.

Baca Juga: Jurusan Sepi Peminat di UI, UGM, ITB, dan Unsoed, Peluang Besar Lolos SBMPTN

Dia juga menyampaikan bahwa pimpinan ITB sangat mengapresiasi dekanat dan kolega dosen SBM yang tetap mendukung proses transformasi ITB.

Rektorat dan Dekanat SBM, lanjut dia, terus berupaya menuntaskan persoalan internal dengan meminimalisasi dampak salahsatunya meminta forum dosen SBM ITB untuk kembali menjalankan tugas dan kewajiban Tridarma.

"Kami dengan dukungan Senat Akademik dan Majelis Wali Amanah sangat yakin pelaksanaan transformasi ini dapat memberikan kontribusi positif," ucapnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Tribunjabar.id


TERBARU