> >

Kengerian Kecelakaan Balikpapan: Suara Tabrakan Amat Keras hingga Korban Tergeletak di Tengah Jalan

Peristiwa | 21 Januari 2022, 19:09 WIB
Kecelakaan beruntun terjadi di turunan Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi sekira pukul 6.20 WITA. (Sumber: Istimewa)

BALIKPAPAN, KOMPAS.TV - Kecelakaan beruntun terjadi di Simpang Muara Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1/2022) sekira pukul 06.20 Wita.

Sebuah truk kontainer menabrak belasan kendaraan dari roda dua hingga roda empat yang saat itu tengah berhenti di persimpangan karena lampu lalu lintas.

Baca Juga: Kecelakaan Truk Tronton di Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Polisi: Sopir Truk Jadi Tersangka!

Wasirah, salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan itu, mengatakan, saat kejadian terdengar suara tabrakan yang sangat keras. 

Ternyata truk kontainer berpelat nomor KT 8534 AJ yang melaju dari turunan Muara Rapak menghantam sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di traffic light.

Kontainer itu mengarah ke samping Jalan Masjid Al Munawar hingga menyeret sejumlah kendaraan berikut pengendaranya.

Sejumlah mobil bahkan mengalami rusak parah, bahkan ringsek. Di antaranya mobil Toyota Ayla bernomor polisi KT 1887 NT, mobil bernopol KT 8304 YC, mobil pikap, angkot bernopol KT 1263 YU dan KT 1561 YU. Selain itu, juga ada sekitar 10 unit sepeda motor.

Wasirah menjelaskan, sebelum terjadi kecelakaan, dirinya hendak pergi ke Pasar Pandansari. Sesampainya di trafic light turunan Muara Rapak, dirinya berhenti karena lampu merah. 

Baca Juga: Balita Penumpang Ayla Merah Selamat dari Kecelakaan Maut Balikpapan, Orang Tua Luka Berat

Tak lama kemudian, kata Wasirah, dirinya mendengar suara benturan yang cukup keras dari atas turunan Muara Rapak. 

“Brukk, nyaring bunyinya, waktu itu posisi motor saya bagian depan dekat traffic light agak kiri. Jadi, enggak terseret truk, hanya terserempet kendaran lainnya,” kata Wasirah dikutip dari TribunKaltim.co pada Jumat (21/1/2022).

Wasirah mengaku tidak melihat dengan jelas kendaraan mana yang lebih dulu dihantam oleh truk kontainer tersebut. Ia hanya menyebut, ada banyak kendaraan yang dihantam.

Sebab, pada saat itu, kata Wasirah, sudah banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang tengah menunggu antrean lampu merah di traffic light turunan simpang Muara Rapak.

“Alhamdulillah, saya masih diberi keselamatan, hanya lecet di bagian kaki,” ucap Wasirah.

Baca Juga: Tragedi Kecelakaan Truk Tronton, Pemilik Truk Akan Ditindak Tegas Terkait Kelayakan Kendaraan

Kecelakaan di Simpang Muara Rapak disebut sudah kerap terjadi. Namun, kali inilah kecelakaan lalu lintas yang paling parah yang terjadi di Kota Balikpapan. 

Sementara itu, seorang warga lainnya bernama Bakaran mengatakan, pada saat kejadian dirinya tengah berada di Masjid Al-Munawar. Saat itu, ia juga mendengar bunyi benturan sangat keras.

Karena penasaran, Bakaran kemudian keluar dari masjid dan mendatangi sumber suara. Saat itu, ia melihat kondisi kendaraan sudah banyak yang berserakan.

Selain itu, lanjut Bakaran, dirinya juga melihat banyak korban sudah tergeletak di tengah jalan.

“Banyak, ada juga yang tergeletak di traffic light,” ucapnya.

Menurut Bakaran, posisi truk kontainer terus melaju dari turunan Muara Rapak hingga samping Masjid Al Munawar.

Baca Juga: Polisi Ralat Korban Tewas Akibat Kecelakaan Beruntun di Balikpapan: 4 Orang Meninggal Dunia

“Ada satu motor yang tersangkut dibawa truk, gak tahu korbannya masih hidup atau gak, karena waktu saya keluar masjid sudah gak ada orang di bawah truk kontainer itu,” kata Bakaran.

Korban Tewas 4 Orang

Sementara itu, pihak kepolisian meralat jumlah korban meninggal akibat kecelakaan beruntun di simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (21/1/2022) pagi tadi. 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yusuf Sutejo, diperoleh data korban tewas hingga pukul 11.54 WIB berjumlah empat orang.

Sebelumnya, polisi menuturkan bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan setidaknya ada 5 orang yang tewas. 

"Meninggal dunia empat orang," demikian keterangan yang diterima KOMPAS TV, Jumat.

Sementara itu, tercatat satu orang tengah menjalani perawatan intensif karena kritis, dan 21 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Kritis 1 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 17 orang," ujar Yusuf. 

Baca Juga: Pengakuan Sopir Truk Tronton Penyebab Kecelakaan Maut Balikpapan: Pompa Rem Tak Berfungsi

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan maut di simpang Muara Rapak ini berawal ketika sopir berinisial MA (48), warga Balikpapan, mengemudikan truk kontainer bernomor polisi KT-8534-AJ dari parkirannya di Jl. Pulau Balang Km.13 Kel Balikpapan Utara.

Diketahui, truk dengan muatan kontainer 20 feet yang berisikan kapur pembersih air dengan berat 20 ton ini hendak di antar ke Kampung Baru Balikpapan Barat.

Sesampai di depan Rajawali Foto Km.0,5, sopir truk tronton sudah mulai mengurangi persneling dari 4-3 dan sesampai di depan Bank Mandiri, rem sudah tidak berfungsi.

Alhasil, truk meluncur dan menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya. Nahasnya, banyak kendaraan yang tengah mengantre di lampu merah tersebut.

Data sementara yang dihimpun, truk menghantam kendaraan beroda empat sebanyak 6 Unit (2 unit angkutan kota (angkot), 2 unit pikap, 2 unit kendaraan pribadi) dan 14 unit roda dua. Total ada 20 kendaraan yang ditabrak.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Balikpapan: Sopir Langgar Aturan Batas Waktu Lintas Kendaraan Berat

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo sebelumnya juga telah mengungkapkan, pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sopir sudah diamankan di Polresta Balikpapan, saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan pendalaman," ujarnya dalam Breaking News KOMPAS TV, Jumat (21/1). 

Pompa Rem Tak Berfungsi

Polri mengungkapkan pengakuan sopir truk tronton MA yang menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1) pagi tadi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan keterangan MA, tabrakan terjadi karena pompa angin rem truk yang dikendarainya tidak berfungsi saat melintas di lampu merah Muara Rapak. 

"Keterangan supir tuk tronton, pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong," kata Dedi dalam keterangan tertulis, Jumat.

Baca Juga: Dirlantas Jelaskan Kronologi Kecelakaan Beruntun di Balikpapan Hingga Sopir Truk Diamankan

Dedi menuturkan, akibat rem blong tersebut, truk yang dikendarai MA kemudian menghantam sejumlah kendaraan yang tengah mengantre di lampu merah Muara Rapak tersebut.

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Vyara-Lestari

Sumber : TribunKaltim.co/Kompas TV


TERBARU