> >

Gibran Masuk Bursa Cagub DKI, Pengamat Sebut Popularitas Jadi Hal Terpenting

Politik | 9 Januari 2022, 16:04 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. (Sumber: ANTARA/Aris Wasita)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Popularitas menjadi standar terpenting dalam dunia politik di Indonesia, bukan prestasi.

Pendapat itu disampaikan oleh pengamat politik dari UNS Solo, Agus Riwanto, yang dihubungi Kompas TV melalui telepon seluler, Minggu (9/1/2022), terkait masuknya nama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam bursa calon gubernur (cagub) DKI Jakarta.

Saat ditanya mengenai prestasi Gibran selama menjadi Wali Kota Surakarta, Agus mengatakan bahwa dalam dunia politik di Indonesia, prestasi bukanlah standar. Yang terpenting, kata dia, adalah popularitas.

“Kalau soal prestasi kan sebenarnya bukan menjadi sesuatu yang standar ya untuk politik di Indonesia, yang penting kan popularitas,” tegasnya.

Agus berpendapat bahwa Gibran cukup populer, karena dia merupakan anak presiden, dan dia juga menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Baca Juga: Gibran Masuk Radar Pilkada DKI, Pengamat UNS: Yang Luar Biasa Itu Kalau Dia Enggak Dicalonkan

Kinerja sang ayah, Joko Widodo (Jokowi), yang berhasil menjadi presiden, gubernur DKI Jakarta, dan Wali Kota Solo, dinilai akan menguntungkan Gibran.

“Itu dianggap oleh masyarakat akan mewarisi kemampuan yang dimiliki oleh patronnya atau ayahnya, begitu.”

Agus juga menilai prestasi Gibran sebagai Wali Kota Surakarta belum bisa dilihat hari ini. Sebab Gibran baru menjabat selama satu tahun.

“Jadi soal apakah ada prestasi atau belum kan belum bisa dibuktikan hari ini. Gibran itu bekerja kan baru satu tahun,” tuturnya.

Terlebih selama menjabat, Gibran bekerja berdasarkan RAPBD yang disusun oleh wali kota sebelumnya.

“Kemudian, dalam bekerja ini kan pekerjaannya berdasarkan pada RAPBD wali kota sebelumnya.”

Karena itu, lanjut Agus, prestasi pembangunan yang dilakukan oleh Gibran belum terlihat capaiannya, termasuk soal realisasi visi misinya ketika kampanye.

“Wajar, karena memang pekerjaan di 2020 kemarin itu kan anggarannya berdasarkan anggaran RAPBD sebelumnya.”

Menurutnya, RAPBD yang dirancang oleh Gibran yang sesuai dengan visi misinya, mungkin baru akan direalisasikan pada 2022.

Agus menjelaskan, survei maupun pendapat tentang peluang Gibran untuk maju pada pemilihan gubernur masih sangat jauh.

Namun, munculnya nama Gibran sebagai salah satu tokoh pada bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta, bukan hal yang luar biasa.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU