> >

Hujan Deras di Gorontalo Sebabkan 1 Jembatan Patah dan Ratusan Rumah Terdampak

Peristiwa | 9 Januari 2022, 14:15 WIB
Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mengakibatkan satu jembatan roboh. (Sumber: BNPB)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mengakibatkan satu jembatan runtuh.

Bagian tengah jembatan patah. Abudmentnya terguling karena tanah di sekitarnya mengalami abrasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan hal itu, Minggu (9/1/2022).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/1). Hujan lebat pada pukul 16.00 waktu setempat itu memicu terjadinya longsor hingga merusak satu unit jembatan.

Baca Juga: Jokowi Berikan 15 Ribu Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh

Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato, jembatan tersebut merupakan jembatan desa.

“Jembatan tersebut terdapat di Desa Bulangita, Kecamatan Patilanggio,” ujarnya menjelaskan.

Pada wilayah kecamatan ini dan dua kecamatan lain, yaitu Kecamatan Marisa dan Buntulia, banjir menggenangi dengan tinggi muka air 30 – 50 cm.

BPBD setempat juga mencatat sebanyak 182 unit rumah yang dihuni sekitar 652 jiwa terdampak banjir.

“Namun tidak ada informasi adanya warga luka-luka atau pun pengungsian,” imbuhnya.

Merespons kejadian di dua kecamatan tersebut, BPBD telah melakukan pendataan, khususnya dampak korban jiwa maupun kerugian material.

Di samping itu, pihaknya yang dibantu TNI dan Polri bersiaga di lokasi kejadian.

Pascabanjir ini pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan.

Baca Juga: Banjir yang Rendam Kawasan Pasar Youtefa Mulai Surut, Warga Bersihkan Lapak dari Lumpur

Pada hari ini, Minggu (9/1), prakiraan cuaca di dua wilayah terdampak masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Melihat hasil analisis inaRISK, Kabupaten Pohuwanto memiliki 13 kecamatan dengan potensi bahaya banjir berkategori sedang hingga tinggi. Tiga wilayah kecamatan di antaranya adalah Kecamatan Marisa, Buntalia dan Patilanggio.

Wilayah lain di kabupaten dengan potensi tersebut yaitu Kecamatan Popayato, Popayato Barat, Popayato Timur, Lemito, Wanggarasi, Duhiada, Randangan, Taluditi, Paguat dan Dengilo.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU