> >

Laporan Kerusakan Gempa Maluku M 7,4 Terkendala Akses Telekomunikasi

Peristiwa | 30 Desember 2021, 11:21 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran akibat gempa bumi (Sumber: Kompastv/Ant)

MALUKU, KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku belum bisa melaporkan keseluruhan soal laporan kerusakan yang diakibatkan gempa dengan magnitudo 7,3 pada Kamis (29/12/2021) terjadi di timur Kota Tiakur, Ibu Kota Kabupaten Maluku Barat Daya.

Hingga saat ini, baru satu desa yang telah melaporkan kondisi pasca gempa tersebut, yakni Desa Kehli, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Desa tersebut malaporkan bahwa tidak ada kerusakan akibat gempat itu.
 
"Baru satu desa yang terkonfirmasi setelah kami berhasil menghubungi Kepala Desa Kehli Soleman Rumpeniak, yang melaporkan tidak adanya dampak dari gempa hari ini," kata Kepala BPBD Provinsi Maluku Henry Far Far dilansir dari Antara.

Baca Juga: BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Magnitudo 7,4 yang Guncang Maluku Dini Hari Tadi

Kata Hendry, kondisi desa-desa lainnya di Kecamatan Damer seperti Bebar, Bebar Timur, Wulur, Ily, Kuwai, Kumur, serta Batu Merah belum diketahui karena akses telekomunikasi ke wilayah itu terganggu.

Henry mengatakan bahwa Camat Damer Jon Mose masih melakukan pengecekan untuk mengetahui dampak gempa di desa-desa di wilayahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa dengan magnitudo 7,3--dimutakhirkan dari sebelumnya 7,4-- terjadi pada pada Kamis pukul 01.25 WIB di sekira 132 km arah timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Gempa yang pusatnya berada di laut pada kedalaman 182 km itu getarannya dirasakan di Kota Tiakur pada skala intensitas V-VI MMI, Tepat pada skala IV-V, Saumlaki pada skala IV MMI, serta Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, dan Sumba pada Skala III-IV MMI. 

Dampak gempa juga dirasakan hingga di Raja Ampat dan Kota Sorong, Papua Barat, pada skala II MMI.

Pada skala II MMI getaran akibat gempa hanya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta bisa menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang dan barang besar bergoyang. 

Getaran pada skala VI MMI dirasakan oleh semua penduduk, membuat kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Baca Juga: Saking Kuatnya, Getaran Gempa 7,4 Magnitudo di Laut Banda Sampai ke Kota Darwin Autralia

Penulis : Hedi Basri Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU