> >

As'ad Said Ali, Mantan Wakabin Era Gus Dur yang Sempat Menyeruak di Bursa Caketum PBNU

Muktamar nu | 23 Desember 2021, 22:31 WIB
As'ad Said Ali, mantan wakil ketua BIN dikabarkan maju sebagai ketua PBNU dalam gelaran Muktamar di Lampung mendatang. (Sumber: NU Online)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sempat terjadi sedikit kejutan. Selain Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf, ada nama As'ad Said Ali sempat menyeruak ke permukaan.

As'ad Said Ali, merupakan mantan wakil kepala BIN (Wakabin) ini juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015.

As'ad Said Ali mengeklaim dirinya telah mendapat dukungan dari hampir seluruh pengurus wilayah untuk menjadi calon Ketum PBNU.

Baca Juga: Penilaian Positif Peneliti Tentang eks BIN Asad Said Ali Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU

Namun As'ad enggan mengungkapkan pengurus wilayah mana saja yang telah menyuarakan dukungan atas pencalonan dirinya.

"Dukungan dari hampir semua wilayah, mungkin sebagai dampak dari kaderisasi (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama/PKPNU) sejak 2011 terutama tertanamnya jiwa kemandirian," ujar As'ad Ali Kamis (23/12/2021), dikutip dari Kompas.com.

Namun hingga detik ini, keikutsertaan As'ad di bursa calon ketum PBNU masih belum bisa dipastikan.

Setelah mengeluarkan pernyataan adanya dukungan untuknya, As'ad dan orang-orang terdekat belum bisa dikonfirmasi lagi oleh Jurnalis KompasTV Dedik Priyanto yang melakukan peliputan di lokasi Muktamar NU, Bandar Lampung.

Profil As'ad Said Ali

As'ad Said Ali sudah lama berkecimpung di organisasi massa Nahdlatul Ulama. Ia merupakan pendiri Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang banyak melakkukan kaderisasi di level bawah.

Alumni PKPNU pun tercatat sudah banyak tersebar di seluruh penjuru negeri. Selain PKPNU, As'ad Ali juga aktif di badan otonom di bawah NU, seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta GP Ansor.

Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 ini lahir di Kudus, Jawa Tengah 19 Desember 1949.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : KompasTV/Kompas.com


TERBARU