> >

Masuk Skala Bahaya, Banjir-Rob Pesisir Jakarta Masih akan Terjadi Hingga 9 Desember 2021

Peristiwa | 7 Desember 2021, 21:15 WIB
Seorang warga mendorong sepeda motornya melintasi genangan rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Minggu (5/12/2021). (Sumber: Kompas.id/Rony Ariyanto Nugroho)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyebut, rob yang terjadi di wilayah Jakarta Utara lebih parah dari biasanya dan sudah masuk skala merah atau bahaya. Untuk itu, warga diminta untuk tetap waspada karena fenomena rob ini masih akan terjadi hingga 9 Desember 2021.

Diketahui, banjir rob yang melanda wilayah Jakarta Utara sudah terjadi selama tiga hari dengan ketinggian air pasang mencapai 250-265 cm.

”Upaya mitigasi sudah kami tindak lanjuti sesuai prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pasang air laut yang terjadi 2-9 Desember 2021. Antisipasi juga telah dilakukan dengan penempatan petugas, evakuasi, bantuan sosial, penyiapan titik evakuasi atau pengungsian hingga penanganan pascasurut,” papar Ali, seperti dikutip dari Kompas.id.

Di samping itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara sudah menyiagakan lima pompa mobile dan mengerahkan personel untuk menangani genangan dan banjir yang disebabkan oleh rob di Jakarta Utara.

Di Kelurahan Ancol dan Pluit, pihaknya menyiapkan masing-masing dua unit pompa mobile. Sementara itu, satu unit pompa mobile disiagakan di Kelurahan Kapuk Muara.

Baca Juga: BPBD: 39 RT di Jakarta Masih Tergenang Banjir Rob pada Selasa Siang

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta M Insaf mengatakan, hingga Selasa (7/12/2021) pukul 15.00, banjir rob masih menggenangi 39 RT di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Wilayah yang paling banyak tergenang berada di Jakarta Utara, yakni mencapai 23 RT.

Upaya antisipasi

Adapun salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta itu yakni terus melanjutkan pembangunan tanggul pantai Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) di sepanjang pesisir Ibu Kota.

Pembangunan tanggul NCICD dimulai sejak tahun 2016 hingga 2019. Di 2021, pembangunan tanggul kembali dilanjutkan dengan target tanggul yang bakal terbangun sepanjang 790 meter.

NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul pantai di sepanjang garis pantai Jakarta. Pembangunan tanggul NCICD ini juga sebagai upaya pengamanan dan penataan kawasan pesisir utara Jakarta serta perbaikan lingkungan.

Namun, pembangunan saat ini masih belum bisa dilanjutkan lantaran tingginya pasang laut yang terjadi sejak 3 Desember 2021 di beberapa area, seperti Jalan Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan Kawasan Si Pitung Marunda.

Meski ada kendala pembangunan tanggul akibat kenaikan pasang laut, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal menyatakan, proses pembangunan akan terus dilakukan dengan menjalin kolaborasi bersama berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trase tanggul NCICD.

”Kami akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Agar target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai,” kata Yusmada dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Bangun Tanggul untuk Tangani Banjir Rob di Jakarta

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kompas.id


TERBARU