> >

Panen Berkurang Akibat Banjir, Pakar Sarankan Agro Maritim, Pekat IB Dorong Petani Lakukan Inovasi

Berita daerah | 6 Desember 2021, 18:43 WIB

BANJAR, KOMPAS.TV - Kondisi banjir yang mulai kerap melanda Kalimantan Selatan dikeluhkan para petani di Kalsel karena mengakibatkan menurunnya kemampuan produksi panen per tahun.

Seperti para petani di Penggalaman, Kabupaten banjar, jika sebelumnya petani rata-rata dapat memanen hingga dua kali dalam setahun, banjir membuat para petani hanya bisa memanen sekali dan berhenti menanam jika potensi banjir sudah diprediksi.

“Kalau dulu bisa dua kali sebelum banjir, ini sekali saja panennya," ungkap Podo, seorang petani.

Baca Juga: Personel TNI Bagikan Bantuan Makanan Langsung dari Pintu ke Pintu untuk Warga Korban Banjir HST

Ahli pertanian yang juga inovator di bidang agro social, Sujimin atau akrab dikenal Jimmy Hantu dalam pelatihan yang digelar Pekat IB menyebut solusinya ialah perbaikan kualitas tanah dengan sistem agro-maritim.

Dimana sebagian lahan dibuat menjadi embung sementara lainnya ditinggikan menjadi gunung.

Selain itu untuk menjaga income petani, Sujimin menyebut petani sudah perlu menghasilkan produk pasca panen.

Sehingga harganya lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan petani kendati kemampuan panen berkurang.

"Bicaranya Agro maritim, agro pertanian di atasnya tanahnya kering, martim bawahnya bisa embung, jadi bisa bikin hutan ikan dan hutan pertanian," terang Sujimin.

Sementara, dengan tagline “Sudah Waktunya Petani Berdasi”, Pekat IB berupaya mendorong kemajuan pertanian di Kalsel.

"Dari kecil dulu biar fokus, harapan saya tidak berhenti di sini, motivasinya supaya masyarakat sejahtera," ungkap Ketua Koperasi Konsumen Pekat Indonesia Jaya Kalsel, Yoyok Setyo Budiarso.

Baca Juga: Warga dan TNI Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di HST

Sujimin yang juga penggagas dana Badan Usaha Milik Desa, Bumdes, mendorong pemanfaatan alokasi anggaran tersebut sebaik-baiknya dalam pemanfaatan di bidang perkembangan pertanian dan agrobisnis.

Terlebih dalam pengembangan usaha produksi pasca panen, sehingga petani di Kalsel diharapkan akan lebih sejahtera.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU