> >

Pantauan Udara BNPB: Masih Ada Kepulan Asap di Material Awan Panas Guguran Gunung Semeru

Peristiwa | 6 Desember 2021, 11:13 WIB
Hingga hari ini, Senin (6/12/2021), di beberapa titik di sepanjang aliran lahar di Curah Kobokan masih muncul kepulan asap dari material awan panas guguran. (Sumber: BNPB)

LUMAJANG, KOMPAS.TV – Hingga hari ini, Senin (6/12/2021), di beberapa titik di sepanjang aliran lahar di Curah Kobokan masih muncul kepulan asap dari material awan panas guguran.

Hal itu diketahui diketahui dari pantauan udara yang dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat meninjau lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.

Suharyanto memantau melalui udara menggunakan helikopter BNPB.

Melalui pantauan udara tersebut, Kepala BNPB melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan oleh erupsi Gunung Semeru, salah satunya adalah jembatan Gladak Perak di Desa Curah Kobokan.

Jembatan yang rusak tersebut memutus jalur darat antara Lumajang menuju Malang akibat terdampak awan panas guguran Gunung Semeru.

Baca Juga: PMI Kerahkan 2 unit Kendaraan Multi Fungsi ke Lumajang untuk Evakuasi Korban Erupsi Semeru

Di samping itu, visual lain yang didapatkan dari pantauan udara adalah kerusakan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran daerah aliran lahar di Curah Kobokan.

“Selain itu, beberapa titik di sepanjang aliran lahar itu juga masih muncul kepulan asap dari material awan panas guguran,” Pelaksana Tugas (Plt) kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan melalui keterangan tertulis.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB didampingi Kapolda Jawa Timur Nico Afinta, dan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah.

Mereka  terbang dari Lapangan Bola Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12).

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU