> >

Kerap Bikin Resah, Warga di Bekasi Laporkan Pria Pakistan ke Polisi

Kriminal | 23 November 2021, 18:20 WIB

KOMPAS.TV - Sejumlah warga di perumahan Cluster Villa Naira, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku resah dengan ulah warga Pakistan yang sudah menjadi WNI terhadap warga diperumahan tersebut.

Warga Pakistan itu membawa puluhan massa akibat perkelahian dengan salah satu warga ke lingkungan perumahan, warga kemudian meminta perlindungan hukum ke Polsek Pondok Gede.

Puluhan warga Cluster Villa Naira, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi mendatangi Polsek Pondok Gede, untuk meminta perlindungan hukum kepada pihak kepolisian, akibat salah satu warganya berinisial KMS sering membuat ulah dan mengerahkan massa ke lingkungan perumaha.

KMS merupakan warga pakistan yang sudah menjadi warga Indonesia, selama 7 tahun tinggal diperumahan itu.

Warga menyebut, KMS sering membuat ulah kepada sejumlah warga seperti merusak CCTV dan menganiaya salah satu warga bernama Roccy Marciano Sinuhaji.

Buntut perkelahiannya dengan Roccy, KMS mengerahkan puluhan orang hingga membuat warga di lingkungan perumahan resah.

Warga kemudian mendatangi polsek pondok gede untuk meminta perlindangan hukum.

Baca Juga: Soal Isu Kriminalisasi Ulama Usai Penangkapan 3 Tokoh Agama di Bekasi, Ini Kata Polri

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Pondok Gede Kompol Puji Hardi menjelaskan, sudah menaikan status warga Pakistan yang sudah menjadi wni itu sebagai tersangka.

Sementara Kapolsek menjelaskan, massa yang datang ke lingkungan perumahan merupakan rekan dari kuasa hukum kms yang ingin melakukan mediasi terkait kusus penganiayaan yang dialami oleh salah satu warga di Perumahan Villa Naira.

Sementara itu, kuasa hukum KMS membuat laporan balik kepada Roccy atas penganiayaan yang dialami oleh kliennya ke Mapolsek, Pondok Gede.

Roccy dituduh telah melakukan penganiayaan kepada KMS hingga akhirnya KMS melakukan pemukulan balik kepada Roccy.

Penulis : Natasha-Ancely

Sumber : Kompas TV


TERBARU