> >

Kasus Diklatsar Menwa UNS Jadi Sorotan Publik, Ikatan Alumni Angkat Bicara

Peristiwa | 31 Oktober 2021, 19:23 WIB
Ketua DPP IARMI Jawa Tengah Chrisno Haribowo memberikan tanggapan terkait kasus meninggalnya mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi Saputra, saat mengikuti kegiatan diklatsar Menwa. (Sumber: KOMPAS TV/WIDI NUGROHO)

SOLO, KOMPAS.TV - Kasus Gilang Endi Saputra, mahasiswa UNS Solo yang tewas ketika mengikuti diklatsar Menwa, mendapat tanggapan dari Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI).

Ketua DPP IARMI Jawa Tengah Chrisno Haribowo mengatakan, pihaknya turut prihatin dan berduka atas peristiwa yang menimpa mendiang Gilang.

Namun, Chrisno sangat menyayangkan, adanya berbagai macam serangan yang dilakukan publik terhadap Menwa sebagai organisasi.

"Menwa, secara organisasi, juga melarang adanya kekerasan dalam pendidikan dasar," kata Chrisno di sela acara peringatan HUT IARMI Ke-41 yang digelar di Balai Kota Solo, Sabtu (30/10/2021).

Baca Juga: Polisi Gandeng Ahli Forensik Demi Usut Tuntas Kasus Kematian Mahasiswa UNS Saat Diklatsar Menwa

"Namun, yang terjadi pada Gilang menunjukkan bahwa kekerasan masih menjadi budaya di tubuh Menwa," sambungnya.

Maka dari itu, Chrisno juga akan mendukung proses pengusutan kasus meninggalnya mahasiswa program studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja UNS tersebut.

Menurut Chrisno, kecelakaan dalam sebuah kegiatan seperti diklatsar itu memang kemungkinan terjadinya besar.

Akan tetapi, lanjutnya, hal tersebut pun semestinya bisa dicegah dengan kehatian-hatian dari para penyelenggara diklatsar.

"Inilah yang harus diubah dari sistem pelatihan resimen mahasiswa. Karena bagaimanapun juga, Menwa bukan kombatan," pungkas Chrisno.

Menwa UNS Dibekukan

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU