> >

Korban Bom Bali Kritik Keras Ide Fadli Zon soal Pembubaran Densus 88: Usulan Enggak Waras

Peristiwa | 13 Oktober 2021, 11:07 WIB
Korban terorisme bom Bali menentang  usulan Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon terkait pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.  (Sumber: Kompas.com)

BADUNG, KOMPAS.TV - Korban terorisme bom Bali angkat bicara soal usulan Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon terkait pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. 

Salah satu korban aksi terorisme bom Bali Suyanto (56) mengungkapkan menentang adanya wacana pembubaran Densus 88 tersebut.

"Kalau pembubaran Densus 88, saya korban dan mewakili korban sangat tidak setuju. Korban teroris menyatakan tidak setuju," kata Suyanto saat menghadiri peringatan 19 tahun bom Bali, di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (12/10/2021) malam. 

Suyanto menuturkan keberadaan Densus 88 masih sangat dibutuhkan untuk menanggulangi terorisme di Tanah Air.

Bahkan, dia mendorong agar Densus 88 dapat diberikan kewenangan lebih untuk memberantas teroris. 

"Kalau bisa otoritas Densus diberikan lebih dari pada sekarang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suyanto secara terbuka dia mengkritik keras usulan Fadli Zon tersebut.

Dia menganggap usulan tersebut tidak waras. 

Baca Juga: Cegah Aksi Terorisme, Polri Tegaskan Densus 88 Tidak akan Bubar

"Saya kira orang yang enggak waras kalau mengusulkan Densus 88 bubar. Saya catat, itu orang enggak waras, orang- orang yang terafiliasi dengan radikalisme," ujarnya menegaskan. 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU