> >

Apa yang Bisa Dilakukan jika Anak Anda Mengalami Perundungan?

Sosial | 13 September 2021, 21:01 WIB
Ilustrasi perundungan atau bullying (Sumber: Tribunnews.com)

Perundungan yang dialami anak Anda mungkin menyisakan bekas yang bisa menjadi bukti. Seragam yang robek atau barang yang dicoret-coret dapat menjadi bukti yang menguatkan tuduhan Anda.

Jika bullying terjadi secara siber, Anda bisa mengambil tangkapan layar (screenshoot) untuk menyimpan bukti.

4. Hubungi pihak sekolah. 

Beri tahu pihak sekolah mengenai bullying yang terjadi kepada anak Anda. Jika sekolah tersebut dinaungi yayasan atau lembaga yang lebih tinggi, Anda juga bisa menghubungi lembaga yang bersangkutan.

Jika sekolah memiliki peraturan terkait perundungan, Anda bisa mendesak sekolah memberlakukan aturan itu.

5. Tindaklanjuti aduan.

Anda bisa bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan bahwa bullying benar-benar berhenti. Sesuai kasus, kerja sama dengan sekolah dibutuhkan untuk menyikapi perundungan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan bullying.

6. Hubungi penyedia layanan.

Jika perundungan terjadi secara siber, Anda bisa menghubungi penyedia layanan untuk membantu mengakhiri bullying. Misalnya, jika bullying terjadi di media sosial, Anda bisa mengontak pengelola media sosial tersebut untuk melaporkan perundungan siber.

7. Lapor polisi.

Anda bisa lapor polisi jika bullying menyebabkan luka fisik, berbentuk kekerasan seksual, memuat ancaman kekerasan, atau melibatkan pornografi anak.

Sebelum melakukan langkah-langkah di atas, ada baiknya untuk mencari tahu kebijakan sekolah mengenai perundungan. Sebagai orang tua, penting untuk bersikap proaktif agar anak tidak menjadi pelaku atau korban bullying.

Baca Juga: Polisi Tangani Kasus Bullying Remaja SMP di Cilacap

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU