> >

Mengenal Sejarah dari Koleksi Uang Jadul, Dijual Hingga Ditawar Belasan Juta Per Lembar

Berita daerah | 30 Agustus 2021, 21:26 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Berlokasi di kawasan Pasar Lima Banjarmasin, nampak seorang pria bernama Muhammad Murjani, menjajakan hal yang bernilai sejarah yaitu uang lama atau jadul.

Uang-uang tersebut sempat diterbitkan oleh Bank Indonesia dari sebelum hingga sesudah kemerdekaan Indonesia.

Benar saja, sejumlah uang jadul terpampang dijajakan di lapaknya dari uang yang kerap dijumpai pada masa kecil hingga uang sangat jadul misalnya mata uang belanda gulden sebelum menjadi euro yang diproduksi oleh Bank Java sebelum kemerdekaan.

Baca Juga: Omzet Naik, Para Barista di Banjarmasin Bagikan Kopi Gratis untuk Petugas Penjagaan Posko PPKM

Sebagai kolektor, Murjani, menggiati profesi ini sejak tahun 90-an dengan cara mendatangi desa-desa yang menurutnya terdapat tokoh masyarakat yang masih menyimpan uang jadul hingga membelinya.

”Menjual uang (jadul) ni lah mengingat sejarah tempo dulu, jadi uang-uang yang zaman-zaman bahari gini bentuknya gambarnya tahunnya,” terang Murjani. 

Hal ini turut mendapat perhatian dari sejumlah kolektor ataupun pecinta uang jadul lain, seperti halnya Hery.

Tak hanya sebagai barang koleksi yang bernilai antic, menikmati perjalanan nostalgia dengan mengoleksi uang jadul ini bisa menumbuhkembangkan rasa nasionalisme sebagai Warga Negara Indonesia dan menghargai sejarah.

“karena memang kan sudah langka dan patut dilestarikan jadi untuk mengenang. ngeliat gini ingat masa kecil dulu jajan pakai uang 500 rupiah yang gambar monyet misalkan salah satunya nah itu yang bisa kita buat nostalgia.” ungkapnya.

Baca Juga: Jembatan Melengkung Pertama di Indonesia Segera Rampung, Bakal Jadi Ikon Baru Kalimantan Selatan

Uang jadul ini dijual kembali dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp. 10.000,- hingga jutaan rupiah tergantung kelangkaan, tanggal produksi dan kualitas kertas.

Bahkan ada yang berani membeli uang jadul milik Murjani dengan harga fantastis yaitu hingga 17 juta rupiah untuk satu lembarnya.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU