> >

Usai Dikeroyok Seniornya, Bripda Daniel Haposan 2 Kali Dioperasi Besar Sampai 2 Liter Darah Terbuang

Hukum | 10 Agustus 2021, 10:36 WIB
Ilustrasi polisi (Sumber: Tribunnews.com)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Anggota polisi angkatan ke-45 di Kesatuan Subditdalmas Polda Jawa Barat (Jabar) bernama Bripda Daniel Haposan menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan.

Polisi muda yang baru sebulan dilantik itu diduga dikeroyok oleh seniornya yang merupakan sesama anggota Subditdalmas Polda Jabar.

Baca Juga: Baru Sebulan Dilantik, Polisi Muda Bripda Daniel Diduga Dikeroyok Seniornya Hingga Liver Terbelah

Paman korban, Bengar Sihombing, mengatakan Bripda Daniel Haposan sudah menjalani dua kali operasi besar sejak dirawat di RS Sartika Asih, Kota Bandung, pada tanggal 28 Juli 2021.

"Dua kali operasi besar, yang pertama itu pendarahan sampai terbuang 2 liter darah," kata Bengar di Bandung, Jabar, dikutip dari Kompas.com pada Selasa (10/8/2021).

Menurut penjelasan dokter yang merawat Bripda Daniel, kata Bengar, keponakannya mengalami kerusakan hebat pada organ liver atau hati akibat pukulan yang diterimanya di bagian perut.

Baca Juga: Pasien Covid-19 yang Dikeroyok Warga Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhir ke Istri dan Anaknya

"Dugaan saat operasi pertama itu livernya pecah. Tapi waktu di operasi kedua ketahuan kalau livernya ternyata terbelah," tuturnya.

Masih menurut penjelasan dokter, Bengar mengatakan, Bripda Daniel tidak boleh melakukan kegiatan berat selama tiga bulan, bahkan bisa lebih.

"Istirahat total minimal 3 bulan dan tidak bisa bekerja keras dulu. Kita bersyukur ada perbaikan fisik dan ada rencana pulang nanti sore," ujar Bengar.

Baca Juga: Bripka PY Diamankan Gara-Gara Tembakan Peringatannya Picu Massa Bakar Kantor Polisi di Jayapura

Sementara itu, Kuasa hukum korban, Hotma Agus Sihombing, mengatakan dugaan penganiayaan yang menimpa Bripda Daniel telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

Laporan polisi itu tercatat dengan nomor LP/A/661/VII/2021/SPKT.DIT.SAMAPTA/POLDA JABAR pada tanggal 31 Juli 2021.

Agus mengatakan, pihaknya tidak percaya jika korban hanya dipukul menggunakan tangan kosong. Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari luka memar yang memanjang di bagian perutnya.

Baca Juga: Oknum Polisi Dikeroyok Massa Karena Diduga Rampas Motor Warga di Deli Serdang Sumut

"Kita menduga dipukul menggunakan benda tumpul. Pemukulan dilakukan lebih dari satu orang menurut pengakuan dari korban kepada kami," kata Agus.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, membenarkan telah ada laporan terkait kasus dugaan pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa Bripda Daniel Haposan.

Menurut Erdi, kasus tersebut telah ditangani Propam Polda Jabar. Saat ini, prosesnya sudah masuk tahap penyelidikan.

Baca Juga: Polisi Tangkap 14 Orang Terlibat Kasus Balon Udara dan Petasan, Dua Diantaranya Anak-anak

"Propam sudah bergerak dan bekerja, jadi sekarang sedang berupaya mengusut tuntas kejadian kemarin itu. Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait kejadian ini," ujar Erdi, Senin (9/8/2021). 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.com


TERBARU