> >

Kasus Tante Dibunuh Keponakan karena Menolak Hubungan Badan, Ini Kata Polisi

Kriminal | 13 Juli 2021, 16:45 WIB
Ilustrasi pembunuhan (Sumber: Shutterstock)

NTT, KOMPAS.TV - Remaja berinisial YYF (19) yang duduk di kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, membunuh tantenya sendiri, MRL alias BL (47).

Hal itu terjadi karena BL menolak untuk diajak berhubungan badan oleh pelaku.

BL ditemukan tewas di pinggir Cekdam Sadan, Dusun Srin, Desa Raisamane, Kecamatan Rinhat, Malaka, Jumat (2/7/2021).

Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Jamari mengatakan, kronologinya berawal saat pelaku menanyakan keberadaan korban kepada ibunya pada Jumat pagi. Kemudian, kepada pelaku, sang ibu memberi tahu bahwa korban pergi ke kebun untuk memetik sirih.

Setelah itu, pelaku langsung ke lokasi namun tidak melihat korban. Pelaku memutuskan untuk pulang ke rumah melewati cekdam (tanggul air). Saat melintas, pelaku melihat korban sedang mencuci tangan.

"Melihat tantenya, pelaku pun timbul niat untuk menyetubuhi korban, sehingga pelaku mendekatinya," kata Jamari dilansir dari Kompas.com, Senin (12/7/2021).

Namun, niatnya YYF langsung ditolak oleh korban. Kesal pemintaannya ditolak, pelaku mengambil batu dan melempar BL.

Batu mengenai bagian bawah kelopak mata korban hingga berdarah. Korban terjatuh. Dalam kondisi itu, YYF menimpalinya dengan menusukan kayu ke BL hingga tewas.

Baca Juga: 17 Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ditangkap, Ada Warga Negara AS dan Mantan Tentara Kolombia

Setelah penusukan itu, YYF kembali ke rumah dan membuat sandiwara kepada ibunya bahwa ia menemukan tantenya sudah dalam keadaan tewas di cekdam.

Penulis : Hedi Basri Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas.com


TERBARU