> >

Ini Identitas 2 Teroris Poso Kelompok MIT yang Ditembak Mati TNI dalam Penyergapan

Peristiwa | 12 Juli 2021, 02:45 WIB
Para terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora. (Sumber: Istimewa via Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua anggota teroris Poso dari Kelompok Mijahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora ditembak mati oleh prajurit TNI Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti.

Penembakan terhadap dua anggota teroris tersebut terjadi di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah pada Minggu (11/7/2021).

Baca Juga: Lakukan Penyergapan, Pasukan Koopsgabsus TNI Tembak Mati 2 Teroris MIT di Poso

Panglima Koopsgabssus Tricakti, Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, mengatakan ada lima anggota Kelompok MIT yang disergap saat tengah beristirahat di markasnya.

Dari kelima orang tersebut, dua di antaranya berhasil ditembak mati. Dua teroris yang tewas tersebut bernama Rukli dan Ahmad Panjang. Sedangkan tiga orang sisanya diduga melarikan diri.

"Penyergapan ini ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dua teroris tewas bernama Rukli dan Ahmad Panjang. Sisanya diduga melarikan diri," kata Mayjen Richard dalam keterangannya pada Minggu (11/7/2021).

Meski sisanya melarikan diri, Richard meyakini ada yang terluka dari tiga orang kelompok teroris MIT tersebut. Hal itu diperkuat setekah ditemukannya bekas ceceran darah di sekitar lokasi penyergapan.

Baca Juga: Aksi Senyap TNI Lumpuhkan 2 Terduga Teroris Kelompok Poso, Mencekam!

Richard menjelaskan, operasi senyap yang dilakukan kali ini dipimpin oleh Lettu Inf David Manurung yang berasal dari satuan elite Kopassus.

Menurutnya, tim yang berhasil menyusup ke lokasi markas persembunyian teroris Poso hanya mengandalkan unit kecil dengan kekuatan berjumlah lima personel.

Untuk menyergap kelompok teroris itu, para personel TNI iru harus merayap ke lokasi sasaran sejauh 500 meter.

Pasukan berangkat sejak Sabtu (10/7/2021) pukul 22.00 WITA. Setelah melewati medan sulit serta hutan lebat, tim Tricakti berhasil mendekati markas kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan.

Baca Juga: Ketika Kopassus Terlibat Baku Tembak dengan KKB, 2 Anak Buah Lekagak Telenggen Langsung Tewas

Keesokan harinya atau pada Minggu (11/7/2021) sekitar pukul 03.00 WITA, tim melihat markas teroris MIT agak samar karena kondisi cuaca gelap disertai hujan.

Setelah bergerak pada jarak 5 meter dari posisi pengintaian, tim yang melihat lima anggota teroris MIT Poso sedang beristirahat langsung melakukan penyerangan.

"Setelah diyakini benar, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf. David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT," ucapnya.

Richard menambahkan, operasi penyergapan ini membutuhkan kesabaran tinggi serta kecermatan dalam menilai medan yang cukup curam dan terjal.

Baca Juga: Sosok Komandan KKB yang Tewas Saat Baku Tembak dengan Kopassus, Ternyata Penembak Bharada Komang

Dari kecermatan menilai itulah, kata Richard, tim Tricakti berhasil mengendus bekas-bekas jejak yang ditinggalkan kelompok MIT.

Jejak-jejak itulah yang kemudian menuntun Satuan Kopassus sampai pada titik lokasi markas kelompok MIT.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU