> >

5 Rentetan Kekerasan Terhadap Wartawan di Sumut dalam Dua Bulan Terakhir

Kriminal | 19 Juni 2021, 17:54 WIB
Ilustrasi penembakan (Sumber: Kompas.com)

SUMATERA UTARA, KOMPAS.TV - Kekerasan dan teror kepada jurnalis terus terjadi. Terlebih wartawan lokal yang bertugas di daerah.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut), menyebut lima rentetan kekerasan terhadap wartawan dalam rentan waktu dua bulan terakhir:

Pertama, pada 29 Mei 2021, terjadi kasus percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis, jurnalis linktoday.com, di Kota Pematang Siantar.

"Saya dan keluarga lagi tidur, perkiraan pelaku mencoba membakar rumah saya sekitar pukul 03.00 WIB, untunglah saya bangun dari tidur dan memadamkan kobaran api," terang Kohar saat dilakukan pemeriksaan oleh Mapolresta Pematangsiantar, Sabtu (29/5/2021).

Seperti diberitakan, serangan terhadap Kohar diduga terkait dengan pemberitaan di tempatnya bekerja.

Kohar menambahkan bahwa beberapa hari sebelumnya, dirinya menadapat teror melalui pesan WhatsApp yang memintanya untuk tidak lagi memberitakan aktivitas salah seorang yang diduga bandar narkoba.

Baca Juga: Pemred Media Lokal di Sumatera Utara Tewas Diduga Ditembak Orang Tak Dikenal

Kedua, mobil Mitsubishi Kuda BK 1774 YP milik Pujianto, jurnalis Metro TV yang bertugas di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dibakar orang tak dikenal. Aksi itu terjadi Senin (31/5/2021), sekira pukul 02.00 WIB.

Saat kejadian, mobil terparkir di halaman rumah. Untungnya api tak menyambar bangunan di sampingnya.

Pujianto beserta istri dan anaknya tengah tertidur lelap di rumah yang berada di Dusun III, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, saat aksi pembakaran terjadi.

"Istri membangunkan saya. Lalu kami cek keluar rumah, ternyata mobil sudah terbakar," kata Pujianto, dilansir dari Tribunnews, Senin (31/5/2021).

Keempat, pada 13 Juni 2021, rumah orang tua jurnalis di Binjai dibakar orang tak dikenal.

Baca Juga: AJI: Kasus Kekerasan Jurnalis Meningkat Setahun Belakang, 58 Kasus Diduga oleh Aparat Kepolisian

Lalu yang teranyar adalah penembakan Pemimpin Redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap oleh orang tak dikenal, Sabtu (19/6/2021).

"Pada 19 Juni 2021, Marah Halim, Pemred lassernewstoday.com, tewas setelah ditembak OTK," kata Hermansjah, Ketua PWI Sumut.

Melihat rentetan kekerasan terhadap wartawan tersebut, Hermansjah meminta wartawan di Sumut untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas. Menurut dia, keselamatan hal nomor satu.

"Kepada wartawan, lebih menomorsatukan keselamatan jiwa daripada sebuah berita yang saat mendapatkannya taruhan nyawa," kata Hermasjah mengimbau.

Sebelumnya, seperti diberitakan KOMPAS TV, Mara Salem atau Marsal Harahap dikabarkan ditembak dini hari tadi di dalam mobil pribadinya.

Keluarga Marsal, Hasanuddin Harahap, membenarkan Marsal ditemukan 300 meter dari rumahnya. Dia ditemukan dalam kondisi tertembak di paha bagian kiri.

"Orang rumah sakit tadi bilang, ada luka tembak di bagian paha sebelah kiri," tutur Hasanuddin.

Selain itu, keterangan Polisi juga mengiyakan Marsal tewas ditembak.  

"Kami membentuk tim gabungan dari Polda, Polres, dan polsek untuk menyelidiki kasus ini," kata Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Baca Juga: Jurnalis di Pematang Siantar Ditemukan Tewas Dengan Luka Tembak di Paha Kiri

Atas penembakan tersebut, PWI Sumut mengecam keras dan mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku.

"PWI mengharapkan kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku serta motif yang melatarbelakangi korban sehingga mati terbunuh mengenaskan saat menuju kediamannya," kata Hermansjah kepada wartawan, Sabtu (19/6/2021).

Ketua PWI Sumut mengatakan bahwa perlindungan terhadap pers dijamin oleh undang-undang.

Bahkan, tambah Hermansjah, pers seharusnya tidak hanya dijamin. "Tapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas profesinya sebagai seorang wartawan di lapangan," pungkasnya.

Penulis : Hedi Basri Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU