> >

Gencar Kampanye AFJ Soal Kandang Baterai Bikin Ayam Petelur Stres

Sosial | 14 Juni 2021, 14:56 WIB
Ilustrasi Ayam Jago. (Sumber: The Spruce Via Tribunnews)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Animal Friends Jogja (AFJ), sebuah organisasi nirlaba di Yogyakarta yang peduli terhadap kesejahteraan satwa,  mengkampanyekan bahaya kandang baterai. Sosialisasi bahaya ayam dalam kandang baterai gencar dilakukan kepada masyarakat dan peternak yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam sosialisasinya, AFJ mengungkapkan kondisi memprihatinkan ayam-ayam petelur dalam kerangkeng kandang baterai. AFJ ingin mengajak masyarakat berempati dan
berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan hewan ternak.

Salah satu lokasi sosialisasi adalah Pasar Wiguna di Jalan Adisutjipto Yogyakarta. Salah seorang pengunjung, Edo (49) mengaku baru memahami sistem peternakan kandang
baterai ternyata membuat ayam rentan stres.

"Saya pernah lihat peternakan ayam tetapi yang ayam pedaging, (diternakkan) di ruangan besar tidak ada sekatnya seperti di kandang baterai. Ya kasihan juga ya lihat (ayam petelur diternakkan dengan cara) yang seperti di video tadi (di dalam kandang baterai)," ujarnya dalam siaran pers AFJ, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Kesal Harga Terlalu Murah, Peternak Ayam Petelur Buang Telur dan Rak Dagangannya ke Area Sawah

Kandang baterai adalah sistem peternakan yang dibuat untuk menampung sebanyak mungkin ayam petelur. Ayam-ayam petelur dikerangkeng dalam kandang sempit dari kawat atau bambu sepanjang hidupnya.

Saking sempitnya, ayam-ayam tidak mempunyai ruang untuk melakukan kebiasaan atau perilaku alamiah mereka, seperti bersarang, berjalan, bertengger, mengais tanah dan mandi debu. Mereka bahkan sama sekali tidak bisa meregangkan apalagi merentangkan sayap.

Sebelum kegiatan sosialisasi, AFJ juga mengadakan sarasehan peternak yang menghadirkan lebih dari 20 peternak ayam petelur di Yogyakarta.

Dalam acara sarasehan tersebut, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, mengatakan kesejahteraan hewan sama pentingnya dengan kesejahteraan manusia. Ayam petelur
dalam praktik peternakan sekarang ini tidak memperhatikan aspek kesejahteraan.

"Ayam tidak bisa melakukan naluri ayam secara alamiah," ucapnya. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU