> >

Kecelakaan Perahu Wisatawan, Saksi: Penumpang Saat Swafoto Banyak di Depan, Air Masuk Kapal Terbalik

Peristiwa | 16 Mei 2021, 02:01 WIB
Kondisi perahu berisi wisatawan yang terbalik di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021).  (Sumber: TribunSolo.com/Istimewa)

BOYOLALI, KOMPAS.TV - Perahu yang ditumpangi sejumlah wisatawan di Waduk Kedung Ombo, Boyolali, Jawa Tengah, terbalik pada Sabtu (15/5/2021). 

Seperti diketahui, para wisatawan yang berada di perahu tersebut hendak makan di warung apung yang ada di Waduk Kedung Ombo.

Baca Juga: Imbas Peningkatan Pengunjung TMII, Ancol dan Ragunan Ditutup Selama 2 Hari

Tinuk, salah satu saksi kejadian tersebut, mengatakan perahu yang ditumpangi para wisatawan terbalik ketika sudah akan mendekati warung apung yang akan mereka singgahi.

Saat itu, kata Tinuk, para penumpang yabg ada di perahu yang menempati bagian depan untuk berswafoto atau selfie di atas perahu.

"Posisi penumpang saat berswafoto banyak yang ada di depan kapal,sehingga air mulai masuk dan kapalnya terbalik," kata Tinuk, seperti dilansir dari Tribunsolo.com, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga: Polisi Periksa Remaja 13 Tahun, Pengemudi Perahu Terbalik di Kedung Ombo

Sejauh ini, jumlah wisatawan yang menumpang perahu itu disebut berjumlah 20 orang. 

Dari jumlah itu, lima orang wisatawan penumpang kapal terbalik itu masih dalam pencarian petugas.

Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel atau relawan ke lokasi.

Insiden itu terjadi tepatnya di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.

Baca Juga: Imbas Peningkatan Pengunjung TMII, Ancol dan Ragunan Ditutup Selama 2 Hari

Adapun dari informasi yang didapatkan relawan ada 5 orang masih dalam pencarian.

"Informasinya tenggelam," ucap dia.

Pihaknya menerangkan, Basarnas Pos SAR Surakarta membawa sekitar 14 personel dengan peralatan lengkap menyelam hingga evakuasi.

Baca Juga: Khawatir Tertular Covid-19 dari Nepal, China Batalkan Pendakian Gunung Everest

 

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU