> >

Dua Napi Tewas Dikeroyok dalam Lapas Gara-Gara Dituduh Punya Ilmu Santet, Polisi Kewalahan

Peristiwa | 9 Mei 2021, 13:26 WIB
ILustrasi narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) napi pelaku tersangka penjara (Sumber: Tribunnews)

KOMPAS.TV - Dua narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Merauke, Papua, tewas pada Sabtu (8/5/2021). Dua orang narapidana itu adalah Melianus Gebze dan Sebastian Basik-Basik.

Keduanya tewas setelah dikeroyok oleh warga binaan lain di dalam penjara tersebut.

Plh Kepala Lapas Klas II B Merauke, Adhi Nugroho Utomo mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.25 WIT.

Baca Juga: Ibu Tewas saat Menyusui dan Tindih Bayinya yang Meregang Nyawa Karena Tak Bisa Bernapas

Sejumlah narapidana di lembaga pemasyarakatan itu meninggal akibat penyakit penyerta seperti usus buntu, sesak napas, asam lambung, dan gangguan jantung.

Karena meninggalnya hampir bersamaan, warga binaan yang lain beranggapan sakit mereka itu akibat dari ilmu hitam atau santet dari Melianus Gebze dan Sebastian Basik-Basik.

"Karena meninggalnya beberapa orang ini baru terjadi di Lapas Merauke di situasi pandemi ini. Tapi banyak warga binaan kami yang memiliki kepercayaan-kepercayaan memaknai kematian ini fenomena ilmu hitam," kata Adhi seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Karena persoalan itu, dua korban dikeroyok narapidana lain karena tudingan memiliki ilmu hitam.

Petugas lembaga pemasyarakatan saat kejadian yang sempat kewalahan dan tidak bisa berbuat banyak.

Sebab, selain kalah jumlah pintu blok menuju lokasi kejadian dikunci oleh narapidana.

Situasi keributan di dalam lapas itu baru dapat dikendalikan setelah aparat kepolisi datang.

Nahasnya, nyawa Melianus Gebze dan Sebastian Basik-Basik tidak bisa diselamatkan.

"Magrib tadi situasi sudah dapat dikendalikan," tutur Adhi.

Baca Juga: Kapendam Jaya: TNI Tidak Akan Mentolerir Aksi Debt Collector ke Serda Nurhadi

Adapun kasus tersebut masih didalami penyelidik kepolisian.

"Kita serahkan kepada penegak hukum untuk bekerja mengungkap siapa pelaku-pelaku dari massa yang keroyok dan motif sesungguhnya," jelas Adhi.

Penulis : Fadhilah Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU