> >

Beredar Spanduk Dukungan Warga Wadas Terhadap Pembangunan Bendungan Bener Purworejo

Berita daerah | 29 April 2021, 14:10 WIB
Spanduk yang dipasang warga Desa Wadas meminta agar tidak ada provokasi yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab yang tak ingin pembangunan Bendungan Bener di Purworejo berjalan lancar. (Sumber: Dok. BBWSSO Yogyakarta)

PURWOREJO, KOMPAS.TV- Hampir sepekan pasca terjadinya bentrok antara warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah dengan pihak kepolisian, saat ini situasi sudah kondusif. 

Bahkan di lokasi desa, yang akan menyuplai pasir quary untuk proyek Bendungan Bener, itu  telah terpasang spanduk-spanduk dukungan terhadap bendungan yang menjadi salah satu proyek strategis nasional itu.

Tak hanya berisi dukungan pembangunan, warga pun memasang spanduk sebagai wujud dan bentuk keprihatinannya dengan beragam keluhan.

Sejumlah spanduk dan poster bertuliskan nada tuntutan agar pihak-pihak tak bertanggungjawab untuk tidak memberikan intervensi dan provokasi yang menjadi agenda adu domba atau propaganda.

Baca Juga: Bentrok di Desa Wadas Purworejo, Balai Besar Sungai Serayu Opak: Ulah Orang Tak Bertanggung Jawab

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta Dwi Purwantoro mengatakan bahwa seluruh prosedur pembangunan proyek Bendungan Bener sudah dilaksanakan dengan benar. Termasuk proses pengambilan tanah dari Desa Wadas.

“Sudah kita sampaikan kepada masyarakat. Masyarakat sangat memahami dan kemudian mayoritas menyetujui. Tanpa ada intimidasi, penekanan apalagi paksaan. Kami berikan hak-hak warga. Warga memahami bahwa bendungan ini berikan manfaat besar bagi kelangsung masyarakat, utamanya di sektor ekonomi, " terang Dwi Purwantoro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2012).

Namun, jika  muncul isu adanya penolakan, bahkan kemudian ada aksi demo, dia  menilai  ada pihak-pihak luar yang berupaya mengadudomba warga.

Ditambahkannya, bahwa saat ini  ada sejumlah orang atau kelompok yang menamakan aliansi atau LSM dan lainnya untuk kemudian memprovokasi dengan beragam pemahaman keliru kepada warga terkait proyek pembangunan Bendungan Bener, dengan tujuan mengajak warga menolak proses pembangunan bendungan.

Baca Juga: Tolak Tambang di Wadas Purworejo, Kuasa Hukum Warga: Alam Sudah Penuhi Kebutuhan

“Aksi aparat yang dinilai telah melakukan tindakan melanggar HAM dalam aksi demo pada Jumat (23/4/2021) pekan lalu tidak benar. Tidak ada tindakan kasar aparat. Kehadiran aparat saat itu untuk berikan pengawalan dan pendampingan. Namun justru kehadiran aparat disambut dengan tindakan anarkis. Kami punya bukti itu semua,” ungkap dia.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito. Bahwa kericuhan antara polisi dengan warga yang terjadi saat itu, pihak kepolisian hanya berusaha menenangkan warga, dan bukan melawan warga  melakukan aksi demo tersebut.

Sementara, munculnya informasi aparat melakukan penangkapan terhadap 11 orang nilai juga tidak benar dan menyesatkan.

Baca Juga: Warga Wadas Aksi Damai Tolak Tambang, Aparat Memaksa Masuk hingga Terjadi Bentrok

Kesebelas orang tersebut bukan ditangkap melainkan diamankan untuk dimintai keterangan, karena diduga bertindak sebagai provokator.

“Dan setelah dimintai keterangan kesebelas orang tersebut dilepas kembali,”lanjut Kapolres.

Penulis : Gading Persada Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU