> >

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Bapak 2 Anak di Tulungagung, Mertua Sedih: Kasihan Cucu Saya

Hukum | 31 Maret 2021, 02:26 WIB
Polisi berjaga di TKP penangkapan seseorang terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (30/3/2021). (Sumber: Surya.co.id)

TULUNGAGUNG, KOMPAS TV - Detasemen Khusus atau Densus 88 kembali menangkap terduga teroris di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Selasa (30/3/2021) siang.

Kali ini adalah seorang pria berusia 44 tahun dengan inisial N yang ditangkap Densus 88.

Baca Juga: Tim Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris yang Terlibat Bom Makassar, Semuanya Perempuan

Terduga N diketahui merupakan seorang ayah yang memiliki dua anak. Saat N ditangkap, anak dan istrinya turut dibawa ke Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan.

Pihak kepolisian yang mendampingi Densus 88 saat melakukan penangkapan enggan memberi keterangan. Alasannya, perkara tersebut ditangani Densus 88.

Penangkapan terduga N sontak membuat warga sekitar kaget. Mereka tidak menduga Densus 88 menangkap salah satu warga desanya.

"Orangnya tertutup, kami tidak tahu yang dilakukannya," kata seorang perempuan, yang masih kerabat dengan N, seperti dikutip dari Surya.co.id pada Selasa (30/3/2021).

Baca Juga: Polri: Terduga Teroris Jaringan Bom Bunuh Diri Makassar Berbaiat kepada JAD di Markas FPI

Terduga teroris berinisial N diketahui merupakan menantu dari seorang mantan Kepala Desa Tenggur bernama Abu Umar.

Dalam pernyataannya, Abu Umar mengaku sangat terpukul atas penangkapan menantunya itu. Ia tidak menyangka menantunya berurusan dengan aparat.

Namun, yang paling membuatnya merasa sedih karena Umar memikirkan nasib cucunya kelak.

"Mending saya yang dibunuh saja. Saya pedih, kasihan dengan cucu saya," kata Umar dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Polisi Beberkan Peran 3 Perempuan Terduga Teroris Terkait Bom Bunuh Diri di Makassar

Umar menjelaskan, saat menantunya ditangkap, dirinya tengah berada di musala. Ia kemudian diberi tahu warga jika rumahnya ramai didatangi sejumlah polisi.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU