> >

Bupati Lebak: Santet Moeldoko Hanya Kekesalan Demokrat Banten, Tak Ada Niatan

Peristiwa | 9 Maret 2021, 01:17 WIB
Bupati Lebak sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya. (Sumber: Istimewa via Wartakota.com)

LEBAK, KOMPAS.TV - Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya mengklarifikasi pernyataannya yang berniat untuk menyantet Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurut Iti, ungkapan itu hanya bentuk kekesalannya lantaran Moeldoko dianggap telah mengkudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu menyusul terselenggaranya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara, yang memilih Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat.

Baca Juga: Mengenal Santet Banten yang Diucap Bupati Lebak untuk Moeldoko, Bisa Dikirim Angin hingga Api

"Omongan santet merupakan puncak kekesalan kita DPD Demokrat Banten. Itu hanya bentuk ancaman kita, tapi tidak ada niatan kita melakukan hal tersebut. Kita merasa kesal dan emosi, karena adanya kudeta KLB Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko," kata Iti Octavia Jayabaya seperti dikutip dari TribunBanten.com, Senin (8/2/2021).

Iti yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Banten itu mengatakan, apabila ia melakukan santet kepada moeldoko maka ibadahnya yang telah dilakukan akan sia-sia saja dan tidak ada artinya.

Apalagi, santet tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun, sehingga ucapan tersebut spontan ia keluarkan karena kecewa atas sikap Moeldoko.

Ungkapan itu, menurut Iti, sebagai bukti bahwa partai bintang mercy di Banten tetap setia kepada AHY sebagai Ketum Partai Demokrat yang sah dan sudah ditetapkan oleh Kemenkumham pada 2020 silam.

"Mana mungkin saya nyantet, sia-sia atuh shalat dan puasa saya. Rugi mengorbankan itu semua untuk seorang perampok partai. Kita siap pasang badan untuk ketum dan Demokrat," jelasnya.

Baca Juga: Setia Kepada AHY, Bupati Lebak Siap Kirim Santet ke KSP Moeldoko

Sementara itu, pihaknya juga melakukan aksi berupa cap darah di DPD Demokrat Banten sebagai tanda kesetiaan dan loyalitas kepada AHY.

"Kita melakukan aksi cap darah, sebagai tanda kita akan memperjuangkan AHY sebagai ketum kami," tegasnya.

 

Penulis : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU