> >

Titik Terang Keampuhan Vaksinasi Covid-19 dari Kacamata Epidemiolog UGM

Berita daerah | 15 Januari 2021, 19:40 WIB
Ilustrasi pengecekan status NIK dalam program Vaksinasi Covid-19 (Sumber: pedulilindungi.id (Kompas.tv/Gading Persada))

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Program vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19 sudah dimulai sejak Rabu (13/1/2021). Meskipun demikian tidak sedikit orang yang masih meragukan keampuhan vaksin Covid-19.

Epidemiolog UGM Bayu Satria memaparkan protokol kesehatan tetap diperlukan karena perlindungan dari vaksin Covid-19 tidak 100 persen.

“Namun paling tidak yang sudah divaksin risikonya sangat rendah untuk terkena Covid-19 yang parah,” ujarnya dalam siara pers, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga: Mulai Vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Anies: Protokol Kesehatan Harus Tetap Dijaga!

Ia menuturkan masyarakat yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 juga tidak bisa langsung kebal terhadap virus corona. Alasannya perlu waktu hingga imun terbentuk.

Terlebih, vaksinasi dilakukan dua kali. Jadi, jika imun belum terbentuk potensi terinfeksi Covid-19 masih ada.

“Diperkirakan vaksin baru membentuk perlindungan paling bagus sekitar satu sampai dua minggu pasca suntikan kedua,” ucapnya.

Terkait vaksin Sinovac yang tidak memprioritaskan anak-anak serta lansia di atas 59 tahun, Bayu mengatakan dua kelompok usia itu akan mendapat vaksinasi jika data hasil uji sudah lengkap. Artinya, jika data yang didapatkan lebih detail, maka vaksinasi juga diperuntukkan bagi lansia dan anak-anak.’

“Sekarang masih menunggu data lengkap,” kata Bayu.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Di Maluku Dimulai

Penulis : Switzy-Sabandar

Sumber : Kompas TV


TERBARU