> >

Sampah Sungai Menumpuk Tutup Jalur Transportasi Air, Pasukan Turbo Dikerahkan Untuk Mengurai

Berita daerah | 30 Desember 2020, 07:48 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Tumpukan sampah yang hanyut di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin membuat jalur transportasi air di kolong Jembatan Antasari tertutup total pada selasa pagi (29/12/2020).

Sampah yang tertahan di kaki jembatan sebagian besar berupa potongan-potongan bambu yang diketahui larut dari daerah luar Kota Banjarmasin.

Akibat ukuran bambu yang panjang, turut menghalanhi laju sampah lain seperti plastik dan tumbuhan air sehingga menutup jalur transportasi di bawah jembatan.

Akibatnya  sejumlah pengguna kapal bermotor atau kelotok terpaksa menunggu sungai kembali bisa dilalui dan tidak sedikit yang putar balik.

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Putuskan Sekolah Tatap Muka Akan Dimulai 11 Januari 2021

Seperti yang dialami Saini, warga Kabupaten Banjar yang sedang melakukan perjalanan menuju pasar menggunakan perahu bermesin mengaku terpaksa menunggu satu jam akibat tidak bisa melintas.

"Lumayan, ada satu jam menunggu akibat tidak bisa lewat. rencananya mau ke pasar, tapi terganggu karena ada pampangan. Ya rugi waktu," keluh Saini.

Untuk mengurai sampah, Petugas Pasukan Turbo dari Dinas PUPR Kota Banjarmasin turun ke lapangan dan menghanyutkan sampah secara manual.

"sebenarnya ini masa off, jadi sebagian petugas tidak bekerja. Tapi kita tetap kerahkan yang ada. Kita lakukan penanganan secara tradisonal, sebelumnya di bawah jembatan pasar lama dan sekarang di jembatan antasari ini," terang M. Syamsudin HS, Kepala Kerja Pasukan Turbo Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Banjarmasin Alami Kenaikan Harga

Setelah Pasukan Turbo mengurangi volume sampah di bagian tengah, jalur akhirnya terbuka setelah mengerahkan kapal sapu-sapu untuk menabrak sampah yang menumpuk.

Sisanya kemudian dihanyutkan secara manual oleh pasukan turbo dengan cara gotong royong.

Sore harinya, petugas berhasil mengurai seluruh sampah yang menumpuk dan lalu lintas sungai kembali dapat dilakukan seperti sedia kala.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU