> >

10 Orang Provokator Demo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Jabar Ditangkap, Identitasnya Bukan Buruh

Hukum | 7 Oktober 2020, 00:16 WIB
Massa melemparkan botol plastik dan petasan ke arah halaman DPRD Jabar. Dibalas tembakan air mata oleh polisi. (Sumber: Tribun Jabar/Mega Nugraha)

BANDUNG, KOMPAS.TV – Sebanyak 10 orang yang diduga turut melakukan kerusuhan saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Barat diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menjelaskan 10 orang tersebut diduga ikut melakukan kerusuhan ini bukan mahasiswa maupun buruh yang sebelumnya mengelar demo di depan gedung DPRD Jabar.

Saat ini 10 orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polrestabes Bandung.

Baca Juga: Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Banten Berakhir Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Terluka

“Perusuh ini bukan massa buruh atau dari massa mahasiswa, sekarang masih kami dalami," ujar Ulung, Selasa (6/10/2020). Dikutip dari TribunJabar.id.

Aksi menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan mahasiswa dan buruh itu dimulai sejak pukul 13.30, Selasa (6/10/2020).

Aksi berujung ricuh setelah massa berusaha masuk ke gedung dewan, massa juga melempari polisi yang berjaga di depan gedung dewan dengan batu dan botol.

Dikutip dari TribunJabar.id, tampak ada dari sebagian massa yang berpakaian hitam-hitam memprovokasi dengan cara melempar-lemparkan botol plastik bekas air minum ke dalam halaman DPRD Jabar yang dijaga polisi.

Baca Juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung Berujung Ricuh, Massa Berusaha Duduki DPRD Jabar

Polisi yang berjaga di depan pintu DPRD Jabar meminta massa untuk membubarkan diri dan tidak melakukan aksi anarkis.

Imbauan polisi itu dibalas dengan surakan dari massa seraya ada yang melempar botol plastik dan petasan.

Sekira pukul 18.03 WIB polisi terpaksa menembakan gas air mata untuk membubarkan massa yang sudah anarkis.

Ulung meyakini massa yang menggunakan pakaian hitam-hitam ini bukan berasal dari mahasiswa maupun buruh yang demo menolak UU Cipta Kerja pada siang hari.

Baca Juga: Begini Kata Pengusaha Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja

"Kalau aksi buruh tadi siang kondusif, bagus. Tapi sore jadi anarkistis karena yang unjuk rasa bukan buruh dan bukan mahasiswa juga," ujar  Ulung.

“Kami tidak menyampaikan itu Anarko, karena sekarang masih didalami. Sejauh ini sudah ada 10 orang yang diamankan," imbuhnya.

Keadaan mulai berangsur kondusif sekitar pukul 19.00 WIB. Massa perlahan mulai meninggalkan kawasan gedung DPRD Jabar. Petugas juga mulai membersihkan batu-batu yang berserakan di Jalan Dipenogoro.

 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU