> >

Kasat Sabhara Blitar Mengundurkan Diri, Ungkap Sikap Kapolres yang Membuatnya Tak Betah

Peristiwa | 1 Oktober 2020, 21:42 WIB
Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota Polri ke Polda Jatim. (Sumber: Surya/Samsul Arifin)

BLITAR, KOMPAS.TV – Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri mengundurkan diri dari kepolisian. Agus mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai anggota Polri ke Polda Jawa Timur.

"Saya sengaja kirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Polri. Hari ini saya resmi mengundurkan diri ke Bapak Kapolda nanti tembusannya ke Kapolri. Sudah saya ajukan, tinggal tunggu proses lebih lanjut," ujarnya, Kamis, (1/10/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

Agus mengungkapkan alasannya mundur karena tidak betah dengan kepemimpinan atasannya, yaitu Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Kapolres Blitar dinilainya bersikap arogan dalam memimpin bawahannya.

Baca Juga: Kapolri: Pilot Heli di Kendari Sudah Saya Tindak, Kalau Boleh Saya Tempeleng

Selain itu, Agus juga melaporkan Kapolres Blitar ke Polda Jatim dan membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Laporan tersebut terkait pembiaran proyek dan kegiatan yang sifatnya mengundang banyak massa di kala Blitar sedang konsentrasi memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Pertambangan pasir bebas, sabung ayam bebas tidak ada teguran. Tambang pasir di Kali Putih dan Gandungsari," ungkapnya.

Menurut Agus, AKBP Ahmad Fanani arogan dan kerap berkata kasar.

"Setiap beliaunya marah dan ada yang gak cocok itu makian kasar yang disampaikan," ungkapnya.

Agus pun mengalami tekanan psikis. Sebagai kapolres, lanjut Agus, AKBP Ahmad Fanani tidak memberikan arahan apa pun kepada bawahannya.

Baca Juga: Kasus Dangdutan, Kapolri: Copot Kapolsek Tegal Sebelum Ayam Berkokok

Namun, menurut Agus, jika ada pekerjaan yang menurutnya kurang berkenan, kapolres tidak membina anggotanya. Tapi justru memberi makian dan mengancam akan mencopotnya.

"Mohon maaf kadang sampai nyebut binatang, umpatan. Terakhir sama saya gak seberapa. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain. Sebenarnya kan kalau sudah salah ya sudah dibina. Ini dimaki terus-terusan. Kadang main copot-copot," lanjutnya.

Penulis : Idham-Saputra

Sumber : Kompas TV


TERBARU