Kompas TV nasional berita kompas tv

Kapolri: Pilot Heli di Kendari Sudah Saya Tindak, Kalau Boleh Saya Tempeleng

Rabu, 30 September 2020 | 16:04 WIB
kapolri-pilot-heli-di-kendari-sudah-saya-tindak-kalau-boleh-saya-tempeleng
Tangkapan layar Kapolri tengah rapat bersama Komisi III DPR (30/9/2020) (Sumber: YOUTUBE/ DPR RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Idham Azis menjawab sejumlah pertanyaan dari anggota Komisi III DPR RI dalam rapat bersama Komisi III DPR secara virtual pada Rabu, 30 September 2020.

Dari sejumlah pertanyaan yang diberikan ada pertanyaan yang menyangkut aksi pilot helikopter di Sulawesi Tenggara yang membubarkan massa aksi dalam demo dengan terbang rendah.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku sudah menindak pilot helikopter tersebut.

"Itu pilotnya itu udah saya tindak itu, dan sudah diperiksa sama Propam itu. Itu ngarang-ngarang aja itu, tidak ada SOP-nya di udara itu, yang di Kendari itu," kata Idham Azis dalam rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (30/9/2020).

Kapolri sempat geram. Ia bahkan mengatakan jika boleh dirinya menempeleng pilot tersebut.

"Udah saya tindak, itu pilotnya ngarang-ngarang itu. Cuma sekarang nggak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam saja. Kalau masih boleh, saya tempeleng itu," tegasnya.

Sebelumnya massa mahasiswa dari berbagai universitas berunjuk rasa di Mapolda Sultra, Kendari pada Sabtu, 26 September 2020. Mereka berunjuk rasa dalam rangka setahun tewas rekan-rekannya dari Universitas Halu Uleo yang tewas tertembak polisi saat unjuk rasa di DPRD Sultra pada 26 September 2019.

Penulis : Sadryna Evanalia

1
2



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Ribuan Surat Suara Rusak

Sabtu, 28 November 2020 | 00:02 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
00:14
MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DORONG PENGUATAN EKOSISTEM RISET DAN INOVASI NASIONAL    MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   MENAG FACHRUL RAZI: ASRAMA HAJI AKAN DISIAPKAN JADI TEMPAT KARANTINA UMRAH   PEMPROV JAWA TIMUR BERENCANA BANGUN KAWASAN INDUSTRI HALAL   BPIP: OMNIBUS LAW UU CIPTA KERJA SEJALAN DENGAN NILAI PANCASILA   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA PENYELENGGARA PILKADA LEBIH MASIF SOSIALISASIKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   MASIH BANYAK ZONA MERAH, KETUA DPRD JATENG MINTA RENCANA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JANUARI 2021 DIKAJI ULANG   MENRISTEK: VAKSIN COVID-19 MERAH PUTIH BISA DIEKSPOR JIKA KEBUTUHAN DALAM NEGERI SUDAH TERPENUHI   SATGAS COVID-19: DATANGNYA VAKSIN BUKAN BERARTI PANDEMI LANGSUNG BERAKHIR   BUPATI SITUBONDO MENINGGAL KARNA COVID-19, GUBERNUR JATIM TUNJUK SEKDA SITUBONDO SYAIFULLAH JADI PLH BUPATI   TERJARING OTT KPK, PDI-P BERHENTIKAN WALI KOTA CIMAHI AJAY MUHAMMAD PRIATNA SECARA TIDAK HORMAT   SATRESKRIM POLRESTABES SEMARANG TANGKAP 4 ORANG SINDIKAT PEMBUAT & PENGEDAR UANG PALSU SENILAI RP 1 MILIAR   JAKSA PENUNTUT UMUM KEMBALIKAN BERKAS PERKARA 6 TERSANGKA KASUS KEBAKARAN GEDUNG KEJAGUNG KE BARESKRIM   KPK EKSEKUSI ASISTEN PRIBADI EKS MENPORA IMAM NAHRAWI, MIFTAHUL ULUM KE LAPAS SUKAMISKIN BANDUNG