> >

Pria Bajak Facebook Mantan Istri Bikin Postingan Hina Suku, Berawal dari Sakit Hati

Kriminal | 24 September 2020, 01:15 WIB
ilustrasi Media sosial Facebook (Sumber: Pixabay.com)

KENDARI, KOMPAS.TV – Polisi berhasil meringkus seorang pria berinisial M atas kasus penghinaan Suku Tolaki yang sempat membuat gaduh Kota Kendari.

Tim Siber Dit Reskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menangkap M di rumahnya di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Pria tersebut telah melanggar UU ITE pasal 45 A Junto pasal 28 UU ITE UU NO 19 tahun 2019.

Baca Juga: Remaja Bunuh Rekan Kerjanya, Sakit Hati Dihina karena Kalah Main Game Online

Menurut Direktur Reserse Kriminal khusus Polda Sultra Pol Heri Tri Maryadi, pelaku sengaja menghina Suku Tolaki yang diunggah di akun Facebook mantan istrinya yang berinisial J.

“Terlapor dan pelapor ini pernah suami istri, dan sekarang sudah cerai. Pelapor J ini merasa akunnya digunakan oleh seseorang yang memposting tulisan penghinaan suku Tolaki, padahal dia tidak pernah melakukan itu,” kata Heri, Rabu (23/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

Dari hasil penyelidikan tim Cyber Polda Sultra, M diketahui mengetahui password Facebook mantan istrinya tersebut.

“Kita mencurigai terlapor adalah suaminya atas nama M, dan kami langsung adakan penyelidikan handphone dari Saudara M. Ternyata memang ada jejak digitalnya,” ungkap Heri.

Heri mengatakan, pelaku M membajak Facebook mantan istrinya itu karena sakit hati lantaran diselingkuhi saat mereka masih berstatus suami istri.

“Jadi seolah-olah mantan istrinya akan dibully dan akan dikenakan sanksi sosial di media sosial karena menghina suku Tolaki. Padahal si M ini Suku Tolaki juga,” ujarnya.

Baca Juga: Akun Twitter Dubes China Sukai Konten Porno, Diduga Ulah Peretas

Pelaku membuat postingan di Facebook pada 7 september 2020 dan laporan masuk ke Polda pada tanggal 16 September 2020.

“Yang lapor mantan istrinya sendiri setelah mengetahui dari temannya bahwa akun facebook-nya dibajak," terangnya.

Lebih lanjut Heri menambahkan, proses penangkapan terhadap pelaku dibantu oleh Lembaga Adat Tolaki (LAT).

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 45 junto pasal 28 undang-undang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya, ratusan orang memblokir jalan Mayjen MT Haryono yang merupakan kawasan bisnis di kota Kendari pada Kamis (17/9/2020).

Aksi ini menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Mayjen MT Haryono Kendari, dan mal, ruko dan kantor bank di kawasan itu ditutup.

Baca Juga: BLK Kendari Memberikan Seribu Masker ke Lapas Kelas 1 Kendari

Tak hanya itu, massa merusak trafic light, rambu lalu lintas dan portal masuk ke Mal Lippo Plaza. Sehingga para pengunjung mall terbesar di Kendari itu terjebak dan sangat panik dengan aksi tersebut.

Massa mendesak Kapolda Sultra mundur dari jabatannya karena dianggap lamban dalam penanganan kasus penghinaan terhadap suku Tolaki di media sosial yang telah mereka laporkan ke Polda setempat.

Para pengunjuk rasa sempat terlibat bentrok dengan petugas polisi saat dibubarkan di perempatan lampu merah Jalan Mayjen MT Haryono, akibatnya dua anggota polisi terluka dan lima dari pengunjuk rasa diamankan di Mapolres Kendari.

Penulis : Idham-Saputra

Sumber : Kompas TV


TERBARU