> >

Misteri Drawing Piala Dunia U20 Batal Diduga Sebab FIFA Coret Indonesia, Pengamat: Suratnya Tak Ada

Sepak bola | 31 Maret 2023, 08:47 WIB
FIFA Resmi Coret Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20. (Sumber: Kompas)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat sepak bola, Yesayas Oktavianus, mengungkapkan adanya misteri terkait drawing Piala Dunia U20 2023 yang batal kemudian berlanjut dengan dicopotnya status Indonesia sebagai tuan rumah even tersebut oleh FIFA.

Indikasinya adalah tak ada surat resmi dari FIFA terkait pembatalan drawing Piala Dunia U20 yang harusnya digelar hari ini, Jumat (31/3/2023) di Bali. 

Awalnya Yesayas cerita soal diduga FIFA kesal sama Indonesia atas pelbagai kasus di sepak bola Indonesia. 

Mulai dari Tragedi Kanjuruhan, infrastuktur sampai persoalan pemilian Exco PSSI yang sempat ribut beberapa waktu lalu. 

"Puncaknya 29 Maret Rabu kemarin, ketika FIFA cabut (tuan rumah). Salahnya di mana? Salahnya akumulasi, dari kesalahan pihak Indonesia atau PSSI. FIFA sudah punya catat hitam sepak bola kita," jelas Yesayas, Jumat (31/3/2023) dalam program Sapa Pagi Kompas TV. 

Baca Juga: Gagal Gelar Piala Dunia U20, PP Muhammadiyah ke PSSI: yang Mendesak Benahi Sepak Bola dan Timnas

Lantas ia menyebut, lalu ada surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang jadi pemicu FIFA copot status tuan rumah Indonesia di Piala Dunia U20. 

Kemudian, Yesayas menyebut soal drawing batal yang diumumkan oleh PSSI pada Minggu (26/3) juga penuh misteri. Pembatalan drawing itu disebutnya tanpa hadirkan FIFA, termasuk surat juga tidak.

Padahal hanya berjarak lima hari sebelum drawing dilakukan harusnya pada hari ini Jumat (31/3).

"Satu lagi soal drawing, ada pertanyaan misteri, siapa yang menentukan batal drawing kemarin? Apakah FIFA atau dari kita? Kalau FIFA, ini kredibilitasnya besar, organisasi besar. Kalau isu drawing, apa ada surat dari FIFA?

"Dalam keterangan FIFA tidak ada, lalu siapa melakukan?" tanya Yesayas. 

Ketika ditanya, apa ini indikasi pemerintah sengaja mundur, Yesayas menduga hal itu bisa saja terjadi karena terindikasi tidak adanya surat FIFA yang ditujukan PSSI terkait pembatalan drawing

"Poinnya di sana ini misterinya. FIFA tersinggung pembatalan drawing. Sampai saat ini surat FIFA tidak ada menunda drawing 31 Maret," jelas mantan wartawan senior tersebut. 

Baca Juga: Pengakuan STY Sudah 3,6 Tahun Persiapkan Timnas U20, Kini Mimpi itu Hancur, Malah Bikin Sakit Hati

Surat Drawing FIFA Batal Diduga Tidak Ada

Yesayas lantas meminta, pemerintah atau PSSI membuka surat pembatalan drawing itu ke publik jika ada. Karena pernyataan pembatalan drawing selama itu diketahui hanya sepihak dari PSSI.

"FIFA tidak pernah dihadirkan, apa FIFA menunda? Tolong pemerintah buka ini sebagai pernyataan resmi dari masyarakat soal surat pembatalan drawing," jelasnya. 

"Indikasi lain, FIFA marah karena pelangaran etika mengapa mereka (Indonesia) batalkan drawing? Padahal itu hak FIFA," papar Yesayas. 

"Indikasikasi FIFA marah, surat dari drawing tidak ada, lalu ada surat dari Gubernur Bali. Itu intervensi terang-terangan di sepak bola. FIFA marah, FIFA alergi politik masuk," jelasnya. 

Baca Juga: Gubernur I Wayan Koster: Atas Sikap Tolak Israel, Terima Kasih Warga Bali Memahami dan Dukung Saya

Sebelumnya, Exco PSSI Arya Sinulingga mengabarkan soal drawing Piala Dunia U20 batal, meskipun belum terima surat resmi. 

"Kemarin kami sudah mendapat informasi dari FIFA ke LOC dan dalam pemberitahuannya memang belum secara resmi tapi jelas memberi pesan kepada kami bahwa drawing di Bali telah dibatalkan oleh FIFA," ujar Arya di GBK Arena, Jakarta, Minggu (26/3).

"Jadi drawing 31 maret yang seharusnya di Bali sudah dibatalkan, ini adalah informasi yang kami dapat dari FIFA. Memang kami belum mendapatkan surat resmi dari FIFA tapi pesannya jelas bahwa dibatalkan," tandas Arya Sinulingga.

 

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU