> >

Piala Dunia 2022: Ini Alasan Suporter Timnas Jepang Bersih-Bersih Stadion

Sapa qatar | 25 November 2022, 17:08 WIB
Para suporter Timnas Jepang saat menunggu dimulainya laga grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Rabu, 23 November 2022. (Sumber: AP Photo/Ebrahim Noroozi)

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu momen viral di Piala Dunia 2022 adalah aktivitas bersih-bersih stadion yang dilakukan para suporter Timnas Jepang setelah pertandingan selesai.

Para pendukung Timnas Jepang terlihat membersihkan Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar setelah kemenangan mereka atas Jerman pada Rabu (23/11/2022) waktu setempat.

Blue Samurai, julukan fan Timnas Jepang, membagikan ratusan kantong sampah dan membersihkan sampah selama dan setelah pertandingan.

Dilansir SBS News, Kamis (24/11), bersih-bersih itu adalah bagian dari tradisi yang dimulai oleh Blue Samurai di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Saat itu, para suporter Jepang membersihkan stadion setelah kalah 3-2 melawan Belgia di babak 16 besar.

Takao Teramoto, seorang pemain dan pelatih sepak bola Jepang yang tinggal di Australia, mengatakan kepada SBS News bahwa "orang-orang Jepang sangat sopan," dan tindakan para penggemar mewakili budaya Jepang yang digerakkan oleh rasa hormat.

"Kami akan bersikap sama apakah kami menang atau kalah dalam pertandingan melawan Jerman ini," katanya kepada SBS News.

Dia mengatakan, orang Jepang belajar pentingnya kesopanan sejak usia dini.

Suporter Jepang yang langsung bersih-bersih stadion setelah laga Timnas Jepang vs Timnas Jerman di Grup E Piala Dunia 2022 (Sumber: Twitter/sportbible)

 

Baca Juga: Belanda vs Ekuador di Piala Dunia 2022: Van Gaal Buka Peluang Turunkan Memphis Depay dari Awal Laga

"Kita tidak boleh lupa untuk menghormati lawan kita. Saya yakin mereka melakukan itu karena rasa hormat yang mereka miliki untuk semua orang: pemain, pelatih, wasit, dan staf," ujarnya.

"Saya harap pentingnya perasaan itu akan tersampaikan ke dunia."

Teramoto sendiri adalah pelatih kepala untuk sekolah sepak bola gaya Jepang, MATE FC, di Sydney, yang menurutnya tidak hanya mengajarkan sepak bola tetapi juga rasa hormat dan sopan santun.

“Saya mengajari anak-anak tidak hanya sepak bola, tetapi juga etiket,” katanya.

"Saya bangga dengan suporter Jepang. Saya harap sepak bola akan membawa kedamaian bagi dunia. Terima kasih. Ayo, ayo. Jepang!!"

Sementara itu, dosen studi Jepang di University of Sydney, Dr Masafumi Monden, mengatakan anak-anak Jepang sejak di sekolah dasar sudah diajarkan untuk membersihkan apa yang mereka gunakan.

“Pemahaman saya, kita diajarkan, dari sekolah dasar, untuk menjaga kebersihan apa yang kita gunakan, misalnya ruang kelas,” ujarnya.

"Ada pepatah Jepang 'Tatsu tori ato wo nigosazu,' secara harfiah: burung yang terbang tidak mengeruhkan jejaknya," katanya.

"Ini berarti ketika Anda meninggalkan suatu tempat, jangan biarkan berantakan, tetapi biarkan setidaknya sebersih seperti kondisi saat Anda menemukannya."

"Tentu saja tidak semua orang mengikutinya bahkan di Jepang, ide-ide seperti ini ditanamkan ke dalam pemikiran dan praktik kami, untuk menunjukkan rasa hormat dan menghargai apa yang kami gunakan."

Para suporter Blue Samurai juga terlihat membersihkan sampah setelah pertandingan pembuka Piala Dunia tahun ini antara Qatar dan Ekuador.

Pertandingan Jepang berikutnya adalah melawan Kosta Rika pada Minggu, 27 November.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2022 Hari Ini: Belanda vs Ekuador, Wales vs Iran

Penulis : Kiki Luqman Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/SBS News


TERBARU