> >

Pesan Inklusi di Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar

Sapa qatar | 21 November 2022, 04:35 WIB
Salinan trofi raksasa yang dapat digelembungkan ditampilkan sebelum dimulainya pertandingan sepak bola grup A Piala Dunia antara Qatar dan Ekuador di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Minggu, 20 November 2022. (Sumber: AP Photo/Darko Bandic)

AL KHOR, KOMPAS.TV - Piala Dunia 2022 resmi dibuka pada Minggu (20/11/2022) di Stadion Al Bayt, Al Khor, Qatar. 

Dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2022 yang dimeriahkan oleh anggota boyband asal Korea Selatan, Jungkook BTS, pesan inklusif disampaikan Qatar selaku tuan rumah. 

Aktor kawakan Amerika Serikat Morgan Freeman tampil sebagai sosok yang membawa pesan bersama seorang pria asal Qatar yang mengalami gangguan tulang belakang langka di mana mereka duduk setara di atas panggung. 

Acara pembukaan Piala Dunia 2022 lalu berlanjut ketika Emir Qatar saat ini, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, membacakan pidato singkat yang disampaikan dalam bahasa Arab di suite mewah tempatnya duduk. 

Ia duduk bersama Presiden FIFA Gianni Infantino dan ayahnya, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang mengamankan Piala Dunia jatuh ke Qatar 12 tahun lalu.

“Betapa indahnya bagi orang-orang untuk menyampingkan apa yang memisahkan mereka untuk merayakan keragaman mereka dan apa yang menyatukan mereka pada saat yang sama,” kata Sheikh Tamim dalam bahasa Arab dikutip dari Associated Press

“Saya berharap semua tim yang berpartisipasi menampilkan performa sepak bola yang luar biasa, sportivitas tinggi, dan waktu yang penuh kegembiraan, semangat, dan kebahagiaan untuk Anda semua,” lanjutnya. 

“Dan biarlah ada hari-hari yang menginspirasi dengan kebaikan dan harapan.”

"Saya menyambut Anda dan semoga sukses untuk semua," pungkasnya dalam bahasa Inggris. 

Baca Juga: Benzema Absen di Piala Dunia 2022, Deschamps Ubah Peran Mbappe

Upacara pembukaan Piala Dunia 2022 dimaksudkan untuk memperkenalkan Qatar kepada dunia melalui budayanya dengan tema “menjembatani jarak”. 

Direktur kreatif Ahmad Al Baker ingin upacara tersebut menandakan “pertemuan untuk seluruh umat manusia, undangan untuk berkumpul sebagai satu kesatuan, menjembatani semua perbedaan dengan kemanusiaan, rasa hormat, dan inklusi.”

Hal itu terwujud ketika Sheikh Tamim bergabung di suite stadion bersama Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi, dua pemimpin yang telah memboikot Qatar selama bertahun-tahun. 

Akan tetapi, para pemimpin Bahrain dan Uni Emirat Arab, dua negara lain yang terlibat dalam boikot, tidak hadir di pembukaan Piala Dunia 2022.

Selain itu juga tidak ada pemimpin besar Barat yang hadir, karena Qatar berada di bawah perhatian atas perlakuannya terhadap pekerja migran yang mempersiapkan negaranya untuk Piala Dunia, serta komunitas LGBTQ. 

Baca Juga: Cerita Suporter Argentina Pergi ke Qatar Pakai Sepeda Demi Dukung Negaranya di Piala Dunia 2022

 

Namun di antara mereka yang menghadiri upacara pembukaan Piala Dunia 2022 adalah Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Presiden Rwanda Paul Kagame.

Putra mahkota Kuwait datang, bersama dengan direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Presiden Djibouti. Hadir pula Raja Yordania Abdullah II.

Dalam kesempatan tersebut, Gianni Infantino juga sempat menyampaikan pidato yang menyambut seluruh peserta negara hadir di Qatar. 

“Teman-teman terkasih, selamat datang, selamat datang, di Piala Dunia FIFA Qatar 2022,” kata Infantino. 

“Selamat merayakan sepak bola karena sepak bola menyatukan dunia. Dan sekarang mari kita sambut tim dan biarkan pertunjukan dimulai," ucapnya.  

Baca Juga: Wow! Ternyata Piala Dunia Qatar jadi Gelaran Piala Dunia Termahal, Segini Biayanya!

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU