> >

Nyaris Kena Kasus Hukum, John Terry Akhirnya Hapus Trofi Premier League di NFT-nya

Kompas sport | 28 Januari 2022, 23:51 WIB
John Terry bakal berurusan dengan hukum karena mempromosikan NFT yang dianggap Liga Premier dan UEFA melanggar hak cipta. (Sumber: Twitter @JohnTerry26)

JAKARTA, KOMPAS.TV - John Terry akhirnya memilih untuk menghapus trofi Liga Premier dari aset digital non-fungible token (NFT) kartun kera yang dipromosikannya melalui Twitter setelah intervensi hukum dari liga.

Dilansir dari The Guardian, trofi Liga Premier, dalam bentuk apa pun, dilindungi oleh merek dagangnya dan penggunaannya dalam setiap usaha komersial memerlukan perjanjian lisensi dengan liga. 

Hal tersebut kemudian ditegaskan liga kepada Terry dan "Ape Kids Club", koleksi NFT yang dipromosikan oleh mantan kapten Chelsea dan Inggris itu.

Sebelumnya, Terry sempat memajang NFT dari Ape Kids Club itu di Twitter-nya.

Namun kini dua karya yang menampilkan trofi Liga Premier juga trofi lain seperti Liga Champions, Liga Europa, Community Shield, dan Piala FA juga sudah hilang di profil akun Twitter milik Terry.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Terry yang saat ini mengambil peran sebagai konsultan di akademi Chelsea, banyak mempromosikan NFT “Ape Kids Club” di Twitter. 

Baca Juga: Gara-Gara NFT, John Terry Bakal Berurusan dengan Hukum, Ada Apa?

Beberapa nama mantan pemain sepak bola juga mendukung karya tersebut di antaranya Bobby Zamora, Jack Wilshere dan Nigel de Jong. 

Full-back Chelsea dan Inggris Reece James baru-baru ini juga mentweet bahwa ia memperoleh NFT “Mutant Ape”.

NFT “Ape Kids Club” adalah cabang dari NFT populer lainnya, “Bored Ape Yacht Club”. Koleksinya menampilkan 10.000 ilustrasi digital kera kartun. 

Sementara itu Ape Kids Club menampilkan 9.999 NFT kera berbeda yang tersedia untuk dibeli.

NFT adalah aset digital unik yang disimpan di Blockchain dan diperdagangkan dalam mata uang kripto. 

Kepemilikan dan asal NFT diverifikasi oleh Blockchain, sebuah buku besar online.

Dua cryptocurrency terbesar saat ini adalah Bitcoin dan Ethereum, tetapi ada lebih dari 5.000 jenis mata uang lain yang berbeda.

Kritikus berpendapat bahwa token tersebut berpotensi menjadi aset keuangan yang berbahaya karena NFT menjadi bagian dari sektor keuangan yang hingga saat ini tidak diatur. 

Baca Juga: Neymar Beli NFT di OpenSea Seharga Rp15 Miliar!

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

Sumber : The Guardian

Tag

TERBARU