> >

Dorna Sports Ancam Batalkan Balapan MotoGP jika Harus Karantina, Bagaimana di Indonesia?

Kompas sport | 15 Januari 2022, 06:40 WIB
Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengatakan bahwa ia bisa saja membatalkan balapan MotoGP jika negara tuan rumah mewajibkan untuk karantina. (Sumber: Twitter @MotoGP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengatakan bahwa ia bisa saja membatalkan balapan MotoGP di suatu negara jika mewajibkan menjalani karantina. 

Indonesia melalui Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2022.

Sirkuit Mandalika dijadwalkan menjadi tuan rumah tes pramusim pada 11-13 Februari, dan kemudian pada seri balapan kedua MotoGP 18-20 Maret.

Tiket untuk balapan MotoGP tersebut sudah mulai dijual dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para penggemar. 

Namun, bisa jadi jadwal balapan MotoGP tersebut buyar, apabila ketentuan karantina bagi WNA yang datang dari luar ke Indonesia dijalankan.

Pembatalan balapan di negara tuan rumah bisa terjadi apabila ada kewajiban karantina dari negara tuan rumah pada MotoGP 2022.

Hal tersebut diunggkapkan oleh bos MotoGP, yang juga CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menanggapi drama Novak Djokovic di Australia Open. 

“Jika Anda memberi tahu kami bahwa kami harus menjalani karantina selama 14 hari, maka jawabannya jelas. Dalam hal ini kami tidak akan pergi ke sana,” jelas Carmelo Ezpeleta dikutip dari FPAL.

Ia mencotohkan bahwa tahun lalu di MotoGP Texas bisa berlangsung dengan lancar tanpa harus karantina tapi cukup dengan sistem gelembung dan menunjukkan kelengkapan dokumen vaksinasi. 

"Selebihnya, mereka bisa meminta kami untuk membawa sertifikasi vaksinasi atau dokumentasi seperti yang kami lakukan tahun lalu."

Baca Juga: Kapal Pinisi dan Kapal Pesiar Akan Jadi Penginapan Penonton MotoGP Mandalika

“Apa yang kita lihat di Amerika Serikat tahun lalu harus menjadi contoh,” imbuh Ezpeleta. 

Lebih lanjut Ezpeleta berharap balapan MotoGP musim ini bisa bertambah, namun ia mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan lomba. 

“Kami menargetkan 19 Grand Prix. Di awal musim, kami mengasumsikan 21 balapan karena kami harus memperhitungkan kontrak. Namun, acara bisa dibatalkan," tegasnya. 

Untungnya Indonesia sempat mempunyai rekam jejak bagus saat bisa menggelar WSBK 2021 pada November lalu dengan para kru dan pembalap tidak perlu menjalani karantina.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU