> >

Arsenal Kembali Kalah, Martin Odegaard Nilai Mentalitas The Gunners Bermasalah

Kompas sport | 7 Desember 2021, 08:38 WIB
Gelandang Arsenal, Martin Odegaard. (Sumber: planetfootball.com)

LIVERPOOL, KOMPAS.TV - Gelandang Arsenal, Martin Odegaard menilai dirinya dan rekan satu tim masih memiliki masalah mentalitas usai kembali menelan kekalahan di ajang Liga Inggris 2021-22. 

Arsenal kembali menelan kekalahan saat menyambangi markas Everton dalam jadwal laga pekan 15, Selasa (7/12/2021) dini hari WIB. 

Dalam pertandingan berlangsung di Stadion Goodison Park itu, The Gunners kalah secara dramatis dengan skor tipis 1-2. 

Martin Odegaard sebenarnya sempat membawa Arsenal unggul lebih dulu pada menit 45+2. 

Namun, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Richarlison (79') serta Demarai Gray pada menit 90+2. 

Baca Juga: Hasil Everton vs Arsenal: Diwarnai Dua Gol yang Dianulir, The Gunners Keok 1-2

Ini merupakan kekalahan ketiga Arsenal dalam empat pekan terakhir. Serangkaian hasil negatif ini membuat The Gunners turun ke peringkat 7 klasemen dan gagal menyalip Manchester United dan Tottenham Hotspur di posisi 6 besar. 

Lain itu, ini merupakan kekalahan kedua beruntun Arsenal ketika mereka sanggup memimpin lebih dulu. 

Sebelumnya, saat melawat ke markas Man United, The Gunners sempat unggul lebih dulu, tetapi pada akhirnya malah kalah 2-3. 

Odegaard menilai masalah utama Arsenal adalah mentalitas dan pola pikir yang takut ketika sudah mampu unggul lebih dulu. 

“Ini sulit untuk diterima. Saya pikir secara umum kami tidak berada pada level yang kami butuhkan hari ini," sebut Odegaard, dikutip dari BBC Sport.

“Kami memiliki beberapa momen bagus tetapi kami harus melakukan jauh lebih baik. Kami seharusnya lebih baik."

Baca Juga: Arteta Semakin Ngebet Bawa Wenger Kembali ke Arsenal

“Sulit untuk mengatakannya. Begitulah kadang-kadang. Sulit untuk mengatakan dengan tepat apa yang terjadi. Kami harus melakukan yang lebih baik ketika kami memiliki keunggulan itu. Kami berhenti bermain dan memberi mereka permainan yang ingin mereka mainkan."

“Saya pikir itu [masalah pola pikir]. Ketika Anda memimpin 1-0, Anda takut kehilangan kemenangan dan menurut saya itulah yang kami lakukan salah hari ini. Anda mengejar gol kedua dan itu adalah niatnya, tetapi kami tidak berhasil melakukan itu di lapangan," katanya.

 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti

Sumber : BBC Sport


TERBARU