> >

428 Bus dari Kemenhub Siap Dikirim untuk Dukung PON XX Papua

Kompas sport | 12 Agustus 2021, 15:39 WIB
Sejumlah bus yang disiapkan Kemenhub untuk mendukung penyelenggaraan PON XX dan Peparpas XVI Papua. (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 428 bus dan 472 awak untuk mendukung penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan 428 unit bus itu terdiri atas 217 unit bus mikro dengan 19 tempat duduk merupakan pengadaan dan 211 unit bus medium 26 seat yang akan disewa.

Seluruh bus tersebut ditargetkan tiba di masing-masing lokasi paling lambat 1 September 2021. Pola operasi bus saat pelaksanaan PON XX yaitu bus akan melekat kepada atlet dan ofisial dengan sistem shuttle.

Selain itu, lanjut Budi, untuk memberdayakan masyarakat lokal, maka rekrutmen 261 pengemudi bus pengadaan berasal dari penduduk Provinsi Papua.

"Pengemudi yang direkrut akan diberikan pelatihan keterampilan mengemudi dan hospitality dalam pelayanan. Sementara pengemudi bus sewa berasal dari perusahaan bus yang disewa," ujarnya dikutip dari ANTARA, Kamis (12/8/2021).

Adapun skema pemberangkatan bus tersebut akan dikirim masing-masing dari Tanjung Priok menuju Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke dengan menggunakan KM Dharma Kencana VII dan KM Dharma Rucitra VII.

Untuk dukungan Peparnas XVI, Dishub akan menyiapkan sebanyak 120 unit bus mikro pengadaan eks bus PON XX.

"Namun, sesuai saran dari Pemerintah Provinsi Papua kita akan melakukan modifikasi interior bagi 60 unit bus dengan membuat ramp on/off sesuai standar kemiringan bagi atlet pengguna kursi roda, sementara 60 unit lainnya tanpa modifikasi," terang Budi.

Baca Juga: Berharap PON XX Tidak Tertunda Lagi, Ketum KONI DKI: Sudah Menyiapkan Lama, Saatnya Berlaga

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan, Presiden Joko Widodo memutuskan tetap melajutkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tengah lonjakan Covid-19 di Tanah Air.

"Bapak Presiden memutuskan tetap lanjut karena memang di dalam laporan yang disampaikan oleh para menteri, kemudian bapak gubernur dan ketua umum KONI pusat tadi memang kita masih bisa jalan," kata Zainudin usai rapat terbatas bersama Presiden, sejumlah menteri dan kepala lembaga, Selasa (13/7/2021).

Menurut Zainudin, keputusan melanjutkan PON XX yang direncanakan akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 di Papua itu tak diambil secara sembarangan.

Setiap kebijakan diputuskan berdasar hitung-hitungan, bukan dari asumsi atau persepsi saja. Dari situ, lanjut Zainudin, didapati kesimpulan bahwa pemerintah belum berencana menunda PON XX.

Terlebih, kata Menpora, pelaksanaan ajang empat tahunan itu sudah sempat ditunda dari jadwal semula di tahun 2020 lalu, dan pemerintah juga telah menetapkan tuan rumah PON selanjutnya, yakni Aceh dan Sumatera Utara.

Penundaan PON XX tahun ini, dikhawatirkan pemerintah mengganggu persiapan PON tahun berikutnnya. "Sehingga kita belum berpikir [untuk menunda PON XX - red]," terang Zainudin.

Baca Juga: Persiapan PON XX di Papua Hampir Rampung

Kendati begitu, Zainudin berdalih, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 di Tanah Air. Berbagai upaya ditempuh guna menekan laju penularan virus corona.

Jika ke depan terjadi situasi pandemi yang tidak diinginkan, presiden akan mengambil keputusan terkait PON XX. "Kecuali kalau di suatu saat nanti ada situasi yang lebih dari yang sudah kita perkirakan sebelumnya, tentu pemerintah akan mengambil keptusan," katanya.

"Keputusannya ada di tangan Bapak Presiden, dan kami tentu melaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tugas kami masing-masing," jelas Zainudin.

Adapun pelaksanaan pertandingannya, baru akan diputuskan pada bulan September apakah tanpa penonton atau menggunakan penonton terbatas sebagian. 

"Memantau perkembangan dari Covid itu sendiri," tambah Zainudin.

Baca Juga: Presiden Putuskan PON XX Tetap Lanjut Sesuai Rencana

Penulis : Hedi Basri Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Ant


TERBARU