> >

Timo Werner Akui Butuh Seorang Target Man seperti Romelu Lukaku

Kompas sport | 11 Agustus 2021, 22:45 WIB
Timo Werner (kiri) dalam pertandingan Chelsea vs Man City di semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (17/4/2021) malam WIB. (Sumber: Kompas.com)

LONDON, KOMPAS.TV - Timo Werner yakin kehadiran Romelu Lukaku di Chelsea bakal memberikan impak besar terhadap permainanannya. 

Semenjak hengkang dari RB Leipzig menuju Chelsea, Werner mendapatkan banyak kritik soal penyelesaian akhir di kotak penalti. 

Dikabarkan, Chelsea semakin dekat mendapatkan jasa Romelu Lukaku dari Inter Milan. The Blues sudah bersedia memecahkan rekor transfer klub sebesar 98 juta euro untuk memulangkan Lukaku ke Stamford Bridge. 

Baca Juga: Sering Dikritik Soal Ketajaman di Depan Gawang, Timo Werner Disarankan Main Lebih Egois

Lukaku diprediksi akan menjadi pilihan utama di lini depan Chelsea arahan Thomas Tuchel. Sementara Werner kemungkinan besar akan lebih sering bermain lebih melebar, atau bahkan duduk di bangku cadangan. 

Namun, Werner menyebut kedatangan Lukaku sebagai seorang target man dapat mengembalikan performanya dulu semasa membela RB Leipzig.

Semasa di Leipzig, Werner tampil impresif saat didampingi Youssef Poulsen yang berperang sebagai target man. Werner sukses mencetak 28 gol pada musim terakhirnya berlaga di Bundesliga Jerman.

Biasanya, seorang target man identik dengan postur tinggi dan kuat. Tugasnya adalah menahan bola dan memberikan ruang kepada para penyerang lain untuk mencetak gol. Lukaku bisa dikatakan sebagai target man, meski gaya bermainnya berbeda.

“Dia mungkin salah satu dari tiga striker terbaik di dunia saat ini. Tidak ada keraguan tentang itu,” kata penyerang asak Jerman kepada Sky Sports.

“Saya tentu berpikir di Leipzig bahwa selalu membantu saya memiliki striker besar di samping saya. Saya pikir itu selalu bagus karena saya bukan yang terbesar dan ketika Anda bermain di depan sendirian."

Baca Juga: Selangkah Lagi Gabung Chelsea, Romelu Lukaku Dinilai Tidak Cocok Bermain di Liga Inggris

"Anda selalu mendapat perhatian dari satu atau dua bek. Ini adalah senjata baru yang bagus untuk dimiliki dalam permainan kami ketika Anda tahu bahwa jika Anda memainkan bola panjang, dia akan menahannya."

"Dan kemudian pemain cepat di sekitarnya dapat melakukan set off - saya pikir itu bagus untuk tim mana pun," imbuh striker berusia 25 tahun. 

Romelu Lukaku sendiri menjalani kesuksesan semenjak hengkang ke Inter Milan. Musim lalu, dirinya berhasil membantu Nerazzurri meraih gelar Liga Italia perdana klub dalam satu dekade terakhir. 

Catatan golnya musim lalu mencapai angka 30 dari 44 penampilan di semua kompetisi. Belum menghitung koleksi 10 assistnya. 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Fadhilah

Sumber : Sky Sports


TERBARU