> >

Puas dengan Performa Porto, Sergio Conceicao Ungkap Rahasia Jinakkan Juventus

Kompas sport | 18 Februari 2021, 10:48 WIB
Pelatih Porto, Sergio Conceicao (kiri) dan Andrea Pirlo (kanan). (Sumber: football-italia.net)

PORTO, KOMPAS.TV - Pelatih FC Porto, Sergio Conceicao mengaku puas dengan taktik timnya yang berjalan sesuai harapan. Menurutnya, rahasia menjinakkan Juventus adalah melakukan pressing di titik terkuat Juventus. 

Duel Porto vs Juventus dalam jadwal leg pertama 16 Liga Champions 2020/21 di Estadio do Dragao, Kamis (18/2/2021) dimenangkan tuan rumah dengan skor akhir 2-1. 

Dua gol Porto dicetak oleh Mehdi Taremi pada detik ke-61, serta Moussa Marega ketika babak kedua baru berjalan 19 detik. Namun, Juventus mencuri gol tandang lewat sepakan Federico Chiesa pada menit 82. 

Baca Juga: Hasil Porto vs Juventus: Blunder Rodrigo Bentacur Warnai Kekalahan Nyonya Tua

Gol Chiesa tersebut disesalkan sang pelatih, meskipun secara taktikal, Conceicao puas. 

“Sangat mengecewakan kami kebobolan gol itu, karena selama 71 menit kami membuat Juve diam dan menetralisir mereka secara defensif,” kata pelatih kepada Sky Sport Italia.

“[Rahasianya] kami menekan semua titik kuat Juventus, termasuk Adrien Rabiot di tengah, sementara Chiesa sangat pandai memotong ke dalam dan memancing pemain kami, Ronaldo luar biasa di dalam kotak."

“Porto secara strategis luar biasa malam ini, tetapi kami baru setengah jalan melalui pertandingan. Kami harus sekuat ini di setiap momen pertandingan untuk mencapai perempat final," imbuh eks pemain Lazio dan Inter Milan tersebut. 

Baca Juga: Jadwal Liga Europa 2021/21 Babak 32 Besar 19 Februari 2021: Ada Benfica vs Arsenal, Sociedad vs MU

Apabila tidak ada perubahan jadwal, laga leg kedua bakal dilangsungkan pada 10 Maret 2021 waktu Indonesia. Porto memang unggul 2-1, tetapi mereka akan tersingkir seandainya pasukan Andrea Pirlo menang 1-0 di Turin nanti. 

Conceicao juga tidak sabar kembali ke Italia. Saat masih aktif sebagai pemain, pria yang kini berusia 46 tahun pernah bermain untuk Lazio, Parma, hingga Inter Milan. 

“Kami harus bertahan dengan ketat dan kemudian membuat melakukan kesalahan. Juventus perlu mengejar hasil, tetapi itu tidak berarti kami pergi ke sana hanya untuk bertahan, jika tidak, pada akhirnya kami akan kebobolan," lanjutnya. 

“Saya merindukan Italia dan itu akan selalu ada di hati saya. Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya."

Baca Juga: Memori Manis Pelatih Porto, Sergio Conceicao Kalahkan Juventus

 

Penulis : Gilang-Romadhan

Sumber : Kompas TV


TERBARU