> >

Jokowi Sebut Masyarakat Semakin Khawatir dengan Covid-19: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa

Update corona | 3 Agustus 2020, 11:42 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mulai berikan bantuan modal kerja darurat yang pertama di Istana Merdeka Jakarta, Senin (13/7/2020). (Sumber: YouTube: Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS TV - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masyarakat semakin khawatir dengan wabah virus corona atau Covid-19, terutama pada dua pekan terakhir.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).

"Yang pertama saya tidak tahu sebabnya apa, tetapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai Covid," kata Jokowi.

Baca Juga: Covid-19 Tembus 100 Ribu, Jokowi Beri 3 Arahan ke Kementerian

"Entah karena kasusnya meningkat atau terutama kalangan menengah ke atas melihat karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak semakin sedikit, tapi semakin banyak.”

Karena itu, Jokowi meminta para menteri terkait agar secara masif mengampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Itu seperti mengenakan masker dan menjaga jarak di ruang publik, serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Menurut dia, sejauh ini kampanye mengenai protokol kesehatan belum massif. Juga belum apat dipahami masyarakat, sehingga masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya ihwal penggunaan masker.

Baca Juga: Sempat ke India, Menhan Prabowo Ternyata Bawa Misi dari Jokowi

Jokowi menambahkan, kampanye pelaksanaan protokol kesehatan harus dilakukan perlahan dan terpisah antara penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan agar mudah dipahami masyarakat.

"Saya ingin fokus saja mungkin dalam dua minggu kita fokus kampanye mengenai pakai masker,” ujar Jokowi. 

“Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya. Tidak dicampur urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerumun, pakai masker.”

Jokowi menjelaskan, kempanye protokol kesehatan harus dilakukan terpisah, karena ada sejumlah masyarakat yang mungkin baru mengerti jika dijelaskan satu per satu.

Baca Juga: Achmad Yurianto Sebut Klaim Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19 Pembodohan

“Kalau barengan mungkin yang menengah atas bisa ditangkep dengan cepat, tapi yang di bawah ini menurut saya memerlukan satu per satu," ujar Jokowi.

Peringkat Indonesia di Asia

Seperti diketahui, jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia sampai Minggu (2/8/2020) tercatat sebanyak 111.455 kasus. 

Dari jumlah kasus tersebut, diketahui terdapat 68.975 orang telah sembuh, dan 5.236 pasien meninggal dunia.

Dengan jumlah kasus Covid-19 sebanyak itu, menempatkan Indonesia berada di peringkat tujuh di kawasan Asia.

Baca Juga: Erdogan Telepon Jokowi, Ucapkan Selamat Idul Adha hingga Kerja Sama Vaksin Corona

Sedangkan peringkat pertama jumlah kasus Covid-19 masih ditempati India dengan 1.750.723 kasus. Dari jumlah itu 1.145.629 pasien sembuh dan 37.364 orang meninggal dunia.

Posisi kedua ada Iran dengan 309.437 kasus. Rinciannya, 268.102 orang sembuh dan 17.190 pasien meninggal dunia.

Di posisi ketiga ada Pakistan dengan 279.699 kasus. Dari jumlah itu, pasien sembuh dinyatakan ada 248.577 orang dan yang meninggal dunia 5.976 orang.

Keempat, Arab Saudi dengan 278.835 kasus Covid-19, 240.081 pasien sembuh dan 2.917 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Jokowi: Waspada Adanya Gelombang Kedua Covid-19

Posisi kelima ditempati Bangladesh dengan 240.746 kasus positif, 136.839 pasien sembuh dan 3.154 orang meninggal dunia.

Irak ada di posisi keenam dengan 129.151 kasus positif Covid-19. Sebanyak 91.886 pasien sembuh dan 4.868 orang meninggal dunia.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU