> >

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik, Berikut Rincian Terbaru per 1 Juli 2020

Kesehatan | 1 Juli 2020, 14:56 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan (Sumber: (Kompas.com/Retia Kartika Dewi))

KOMPAS.TV – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai berlaku hari ini, Rabu 1 Juli 2020. Pemerintah memutuskan menaikkan iuran setelah kenaikan tahun ini dibatalkan Mahkamah Agung (MA).

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Baca Juga: Mulai Hari Ini 1 Juli 2020: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pajak Netflix, hingga Larangan Plastik

Beleid tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pada bulan Mei lalu.

"Untuk menjaga kualitas dan kesinambungan program Jaminan Kesehatan, kebijakan pendanaan Jaminan Kesehatan, termasuk kebijakan iuran perlu disinergikan dengan kebijakan keuangan negara secara proporsional dan berkeadilan serta dengan memperhatikan pertimbangan dan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020," tulis aturan tersebut.

Di dalam Perpres, perubahan cukup signifikan tersasar pada peserta mandiri, yaitu peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

Kini pemerintah, baik pusat maupun daerah, turut membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan dari yang sebelumnya hanya dibayarkan oleh peserta.

Berikut rincian iuran BPJS Kesehatan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2020:

  • Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000 
  • Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000 
  • Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Khusus untuk kelas III, pemerintah memberi subsidi sebesar Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Namun pada 2021 nanti subsidi dari pemerintah akan berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga peserta mandiri kelas III harus membayar Rp 35.000.

Baca Juga: 2,3 Juta Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Ramai-ramai Turun Kelas, Paling Banyak ke Kelas III

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, dari Desember 2019 sampai Mei 2020, sebanyak 2.313.658 orang atau 7,54 persen peserta turun kelas dari total peserta sebanyak 30.650.572 orang. Penurunan tertinggi terjadi pada Desember 2019 mencapai 1.034.930 orang.

Rinciannya, peserta mandiri yang turun dari kelas I ke kelas II sebanyak 317.611 orang, peserta kelas I turun ke kelas III sebesar 510.728 orang, dan peserta kelas II turun ke kelas III mencapai 1.455.319 orang. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan peserta yang turun kelas banyak terjadi setelah pemerintah menerbitkan kebijakan tentang penyesuaian iuran program JKN-KIS. 

“Sistem kami sudah memungkinkan melayani peserta yang ingin turun kelas. Aktivasi kepesertaan yang turun kelas dipercepat menjadi satu bulan dari sebelumnya bisa sampai satu tahun,” kata Fachmi dikutip Kompas.id pada Kamis (18/6/2020).

Penulis : Idham-Saputra

Sumber : Kompas TV


TERBARU