> >

Pakar Transportasi dan Pengendara Motor: Siapkan Dulu Transportasi Umum Sebelum Ganjil Genap Jakarta

Berita kompas tv | 7 Juni 2020, 16:14 WIB
Pengendara sepeda motor saat mengangkat kendaraannya dari sisi kiri melewati separator Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (24/1/2020). (Sumber: Tribun Jakarta/Bima Putra)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen Transportasi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Suharto Abdul Majid menyayangkan adanya kebijakan ganjil genap yang juga diterapkan bagi sepeda motor. 

Pasalnya, kata Majid, kebijakan tersebut tidak disertai dengan transportasi umum yang sudah siap untuk menujang kebutuhan mobilitas manusia, terlebih di masa pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Jakarta Terapkan Ganjil Genap, Karyawan Bersepeda Motor Tidak Setuju

"Harusnya kebijakan ganjil-genap disertai dengan transportasi umum yang sudah baik," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Majid mengatakan, saat ini sepeda motor memang menjadi pilihan masyarakat yang paling banyak. 
Selain dianggap murah, sepeda motor juga memiliki kelebihan ukuran yang fleksibel di beberapa kondisi tertentu. 

Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat ragu akan keamanan dan protokol kesehatan yang diterapkan di transportasi umum. 

"Bisa jadi akan menjadi penularan di transportasi umum, itu sebabnya saya bilang siapkan dulu (tranportasi umum dengan protokol kesehatan)," katanya.

Sebelumnya, para pnegendara sepeda motor pun tak setuju dengan kebijakan yang akan diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di antara pengendara itu ada Wahyu Alamsyah Putra, warga Bogor yang harus mengendarai sepeda motor untuk bekerja di kantornya di kawasan Jakarta Selatan, mengaku keberatan jika kebijakan ganjil genap di Jakarta diterapkan juga bagi sepeda motor.

"Gue sih enggak setuju ya, karena gue bolak-balik pakai sepeda motor," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Wahyu mengatakan, sebagai seorang marketing, dirinya harus bertemu klien dan memiliki mobilitas tinggi untuk menawarkan produk ke berbagai tempat. 

Itulah sebabnya, dia tetap menggunakan kendaraan pribadi agar mobilitas tetap bisa terjaga. 

"Kalau pakai transportasi umum susah ya, kita ketemu klien," kata dia. 

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU