> >

Prosesi Pemakaman Adi Kurdi Diiringi Gerimis, Pusaranya Berdampingan dengan WS Rendra dan Mbah Surip

Berita kompas tv | 9 Mei 2020, 14:15 WIB
Aktor senior Adi Kurdi yang terkenal berkat perannya sebagai Abah dalam serial televisi Keluarga Cemara. (Sumber: (Instagram @legacy.pictures))

DEPOK, KOMPAS TV - Aktor senior pemeran Abah dalam sinetron dan film Keluarga Cemara, Adi Kurdi, dimakamkan pada Sabtu (9/5/2020) hari ini. Prosesi pemakaman diiringi gerimis.

Adi Kurdi akan dimakamkan di teater Rendra, Cipayung, Depok berdampingan dengan makam penyair Si Burung Merak WS Rendra dan penyanyi Mbah Surip.

"Adi Kurdi akan dimakamkan berdampingan dengan beberapa seniman yang dimakamkan lebih dulu, dua di antaranya adalah Mbah Surip dan Penyair Burung Merak WS Rendra," kata sahabat almarhum, Harry Tjahjono seperti dikutip Tribunnews.com.

Adi Kurdi yang dikenal lewat peran Abah di sinetron Keluarga Cemara meninggal akibat pembengkakan pada otaknya. Ia juga sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur.

Baca Juga: Profil Adi Kurdi, Pemeran Abah di Keluarga Cemara yang Meninggal Dunia dalam Usia 71 Tahun

Misa Arwah juga telah dilakukan dan dipimpin oleh tiga pastor sebelum prosesi pemakaman. 
Keluarga yang menghadiri prosesi pemakaman Adi Kurdi hanya bisa tertunduk ketika tubuh Adi Kurdi perlahan dikubur tanah.

Salah satu aktor muda yang merasa kehilangan atas kepergian Adi Kurdi yakni Ringgo Agus Rahman. Pasalnya, Ringgo turut memerankan tokoh abah saat sinetron Keluarga Cemara diangkat ke dalam layar lebar pada 2018.

"Turut berduka dan berbelasungkawa atas meninggalnya Om Kardi," tulis Ringgo di instagram storiesnya.

Bagi Ringgo, sosok almarhum Adi Kurdi adalah seorang aktor yang menjadi panutannya dalam berkarir di dunia perfilman dan juga dalam berperilaku.

"Seorang panutan dalam berkarya dan berperilaku," kata Ringgo.

Baca Juga: Adi Kurdi, Abah Keluarga Cemara Meninggal Dunia

Ringgo mengungangkapkan rasa dukanya itu sambil mengunggah fotonya berdua dengan Adi Kurdi sambil berdiri tegak dan tersenyum.

Seperti diketahui, Adi Kurdi meninggal dalam usia 71 tahun. Selama berkarir, ia pernah mendapat penghargaan Indonesian Movie Actors Award untuk Lifetime Achievement.

Kemudian Piala Maya untuk Aktor Pendukung Terpilih dan nominasi Piala Citra untuk pemeran pendukung pria terbaik dan Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik.

Adi Kurdi memulai kariernya di dunia hiburan sejak 1980. Namanya mencuri perhatian di kalangan sineas Indonesia berkat kemampuannya tampil di berbagai pementasan teater.

Salah satu pementasannya yang terkenal adalah Kisah Perjuangan Suku Naga. Kala itu, ia menjadi pemeran utama dalam teater asuhan WS Rendra, Bengkel Teater.

Kesuksesannya di jagat teater membuat Adi Kurdi dilirik dan diajak bermain dalam layar lebar. Namanya dikenal publik berkat penampilannya dalam film layar lebar berjudul Gadis Penakluk (1980).

Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Didi Kempot Sampaikan Rindu pada Gofar Hilman

Berkat bermain dalam film tersebut, Adi Kurdi berhasil masuk kedalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 1981.

Setelah itu, ia menjadi pemeran pendukung dalam film berjudul Putri Seorang Jendral hasil karya sutradara Wim Umboh.

Kariernya di dunia hiburan semakin cemerlang, hingga saat ini ia telah membintangi 17 film layar lebar di Tanah Air.

Tidak hanya itu, ia juga membintangi serial drama televisi terkenal, seperti Keluarga Cemara (1997), Ali Topan Anak Jalanan (1997), dan lainnya.

Bahkan, berkat perannya dalam serial Keluarga Cemara, Adi Kurdi selalu dijuluki sebagai Abah.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU