> >

Detik-Detik Ketika Jokowi Sebut Mudik dan Pulang Kampung Berbeda, Ini Penjelasannya

Berita kompas tv | 23 April 2020, 12:26 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas (ratas) soal dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata secara telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, (16/4/2020). (Sumber: Youtube: Sekretariat Presiden)

KOMPAS.TV - Mudik berbeda dengan pulang kampung. Pernyataan yang diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tengah ramai diperbincangkan masyarakat, termasuk di media sosial.

Hal itu bermula ketika Jokowi menjawab pertanyaan mengapa pemerintah tak melarang masyarakat mudik sejak penetapan tanggap darurat Covid-19 sehingga mata rantai penularan ke daerah bisa terputus sejak awal.

Baca Juga: Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Itu Berbeda!

"Kalau itu bukan mudik. Itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung, jadi mereka pulang," kata Jokowi menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa yang tayang pada Rabu (22/4/2020).

"Ya kalau mudik itu di hari Lebaran-nya. Beda. Untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu yang bekerja di Jakarta, tetapi anak istrinya ada di kampung," sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menganggap wajar bahwa banyak orang yang kembali ke kampung halaman di masa pandemi Covid-19 karena kehilangan pekerjaan di tanah rantau.

Justru, menurut Jokowi, mereka yang sehari-harinya tinggal berdesakan di rumah sewa yang sempit di Jabodetabek lebih berbahaya jika tidak pulang kampung.

Penyebabnya, mereka sudah kehilangan pekerjaan sehingga tak sanggup memenuhi gizi sehari-hari yang cukup untuk menangkal virus corona.

"Mereka di sini tidak bekerja. Lebih berbahaya mana? Di sini di dalam ruangan dihuni 8-9 orang atau pulang ke kampung, tapi di sana sudah disiapkan isolasi dulu oleh desa," ujar Jokowi.

"Saya kira sekarang semua desa sudah menyiapkan isolasi ini yang pulang dari desa. Lebih bahaya mana? Saya kira kita harus melihat lebih detail lapangannya. Lebih detail angka-angkanya," lanjut mantan Wali Kota Solo itu.

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU