Kompas TV klik360 cerita indonesia

Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Itu Berbeda!

Kamis, 23 April 2020 | 09:17 WIB

JAKARTA, KOMPASTV – Pernyataan Presiden Jokowi terkait pengertian mudik dan pulang kampung adalah berbeda, menjadi pembicaraan di jagat media sosial Twitter.

Hingga Rabu pagi cuitan soal mudik di Twitter tembus lebih dari 92 ribu kali.

Presiden Joko Widodo menyebut mudik berbeda dengan pulang kampung.

Jawaban itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan Najwa Shihab, dalam program Mata Najwa yang tayang Rabu (22/4/2020).

"Kalau itu bukan mudik. Itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung jadi mereka pulang. Ya kalau mudik itu di hari lebarannya. Beda. Untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu yang bekerja di Jakarta tetapi anak istrinya ada di kampung," kata Jokowi

Menurut Presiden para perantau yang sehari-harinya bekerja di Jakarta, dan kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi corona ini, akhirnya pulang kampung adalah hal yang wajar.

Sedangkan jika mudik, berhubungan dengan hari lebaran, untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga.

Sebelumnya pemerintah telah memutuskan melarang mudik pada 24 April 2020.

Hal ini berkaitan dengan kajian survei dari Kementerian Perhubungan yang memaparkan data bahwa masih ada 24 persen warga yang memutuskan mudik.

Tentunya pemerintah menilai hal ini akan semakin memperburuk keadaan, karena rentan tertular virus corona yang tengah melanda negeri.

Penulis : Yuilyana





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:05
TIM ASTRONOM INTERNASIONAL LAKUKAN SURVEI DI 90 GALAKSI UNTUK MENCARI TEMPAT KELAHIRAN BINTANG   GELANDANG ASAL BELANDA, GEORGINIO WIJNALDUM, GABUNG PSG SETELAH 5 TAHUN MENGABDI DI LIVERLPOOL   TIMNAS SEPAK BOLA ITALIA AJUKAN PENGGANTIAN PEMAIN KEPADA UEFA JELANG PIALA EROPA 2020   PATUNG LIBERTY KEDUA SIAP DIKIRIM OLEH PERANCIS KE NEW YORK SEBAGAI HADIAH HARI KEMERDEKAAN AS TAHUN INI   KEMENKEU: BESARAN PAGU INDIKATIF YANG DIANGGARKAN UNTUK KEBIJAKAN FISKAL MENCAPAI RP 27,42 MILIAR   MENKEU SRI MULYANI SEBUT BESARAN PAGU INDIKATIF TAHUN INI HANYA MENCAPAI RP 33,63 TRILIUN   MENHUB BUDI KARYA SUMADI MINTA PEMDA OPTIMALKAN TOL LAUT UNTUK TEKAN PERBEDAAN HARGA BARANG   KEMENDAGRI: 115 KABUPATEN/KOTA BELUM LAKSANAKAN REFORMASI BIROKRASI   DINKES DKI JAKARTA: ADA 988 KLASTER KELUARGA SETELAH LIBUR LEBARAN   PRESIDEN JOKOWI TIDAK INGIN ADA LAGI AKSI PREMANISME ATAU PUNGLI DI KAWASAN TERMINAL PELABUHAN TANJUNG PRIOK   PRESIDEN JOKOWI BAKAL TUNGGU LAPORAN TINDAK LANJUT PERSOALAN AKSI BEGAL DAN PUNGLI DI TANJUNG PRIOK DARI KAPOLRI   PRESIDEN JOKOWI MELAPOR KE KAPOLRI SOAL MARAKNYA AKSI BEGAL DAN PUNGLI YANG KERAP TERJADI DI TANJUNG PRIOK   MANTAN PEJABAT KEMENKES BAMBANG RAHARDJO DIVONIS 2 TAHUN PENJARA ATAS KASUS KORUPSI PENGADAAN ALKES   KEJAGUNG PERIKSA 2 SAKSI PERKARA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI PT ASABRI